296 Pelanggan PDAM Pangkalpinang Tunggak Pembayaran Diatas 3 Bulan

Pelanggan yang menunggak membayar tagihan PDAM tiga bulan terakhir masih dapat membayarnya melalui

296 Pelanggan PDAM Pangkalpinang Tunggak Pembayaran Diatas 3 Bulan
Bangkapos/Ardhina Trisila Sakti
Pjs Direktur PDAM Tirta Pinang, Zuniar Nantjik 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti


BANGKAPOS.COM, BANGKA-
 Direktur PDAM Tirta Pinang Zuniar Nangtjik mengeluhkan 296 pelanggan yang telat membayar tagihan rekening sambungan air diatas tiga bulan. 

Minimnya pemasukan dari pelanggan kepada badan usaha milik daerah Pangkalpinang ini diakui Zuniar berpengaruh terhadap pendapatan utama PDAM Tirta Pinang yang bersumber dari rekening air pelanggan. 

"Tidak dipungkiri bahwa operasional perusahaan dan upaya peningkatan pelayanan sangat tergantung dari kondisi keuangan perusahaan yang bersumber dari hasil penjualan air. Maka untuk dapat memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan, diharapkan kerjasama seluruh pelanggan agar melunasi tunggakan dan membayar rekening air tepat waktu,"  ujar Direktur PDAM Tirta Pinang Zuniar Nangtjik melalui rilis kepada bangkapos.com, Selasa (3/4).

Pelanggan yang menunggak membayar tagihan PDAM tiga bulan terakhir masih dapat membayarnya melalui jasa layanan Bank SumselBabel atau Kantor POS.

Namun pelanggan yang memiliki tunggakan lebih dari tiga bulan harus membayarkannya di loket PDAM Tirta Pinang. 

Sebelumnya guna menjaring ketepatan waktu pembayaran tagihan rekening air oleh pelanggan. PDAM Tirta Pinang telah menjalin berbagai kerjasama dengan PT. POS Indonesia dan Bank SumselBabel agar pembayaran rekening air dapat dibayarkan melalui Teller atau via online melalui ATM dan Internet Banking Bank SumselBabel.

“Mengingat pelanggan kita tersebar di seluruh wilayah pangkalpinang dan rutinitas kerja dari pelanggan yang menyebabkan mereka tidak punya waktu untuk datang langsung ke kantor PDAM. Maka kita bertahap memperluas akses pembayaran rekening air PDAM," terang Zuniar Nangtjik.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved