Bekas TI di Desa Lampur Tidak Kunjung Direklamasi, Begini Keadaannya

Tidak ada lagi pohon-pohon besar yang rindang tinggallah kolong-kolong bekas penambangan timah di wilayah tersebut

Bekas TI di Desa Lampur Tidak Kunjung Direklamasi, Begini Keadaannya
Bangkapos/Adinda Rizki Amanda
Bekas Penambangan Timah di jalan desa Lampur menuju Munggu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA -Pasir putih membentang luas di sisi kiri dan kanan jalan dari desa Lampur menuju Munggu.

Tidak ada lagi pohon-pohon besar yang rindang tinggallah kolong-kolong bekas penambangan timah di wilayah tersebut.

Sesekali mobil truk besar berhulu hilir melewati jalan, nampak juga motor dan mobil berlalu lalang di daerah tersebut.

Rerumputan liar tumbuh subur dipinggir jalan namun bekas penambangan timah masih jelas terlihat.

Penambangan timah ilegal di kawasan Desa lampur dikecamatan Sungaiselan semakin marak terjadi, hingga bekas lahan penambangan timah yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab dibiarkan begitu saja.

Kepala desa Lampur Abdullah mengungkapkan penambangan timah diwilayah tersebut sudah berjalan sejak lama dan tetap beroperasi hingga saat ini.

"Penambangan timah itu sudah berjalan sejak tahun 2000-an hingga sekarang dan itu masih termasuk wilayah PT Timah jadi itu bukan lagi wewenang desa" ungkapnya kepada Bangka Pos Group, Rabu (4/4/2018).

Saat ini bekas penambangan timah diwilayah tersebut belum dilakukan reklamasi, bahkan jarak rawa-rawa bekas penambangan timah ke jalan tersebut relatif dekat. Hanya sekitar 25 langkah dari jalan menuju rawa-rawa.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help