Besok Puncak Ritual Tahunan Cheng Beng atau Sembahyang Kubur

Dipastikan seperti tahun-tahun sebelumnya pekuburan warga keturunan Tionghoa di Pulau Bangka akan ramai

Besok Puncak Ritual Tahunan Cheng Beng atau Sembahyang Kubur
Bangkapos/Deddy Marjaya
Warga keturunan Tionghoa melakukan sembahyang kubur Rabu (4/4/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ritual Cheng Beng atau sembahyang kubur akan berakhir besok Kamis (5/4/2018) yang juga merupakan puncaknya.

Namun demikian sebagian warga telah melakukan ritual sembahyang beberapa hari sebelumnya dengan berbagai alasan.

Dipastikan seperti tahun-tahun sebelumnya pekuburan warga keturunan Tionghoa di Pulau Bangka akan ramai saat puncak sembahyang kubur pukul 03.00-07.00 WIB.

Warga keturunan Tionghoa melakukan ritual sembahyang kubur (cheng beng) di pekuburan Kemujan Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (4/4/2018)
Warga keturunan Tionghoa melakukan ritual sembahyang kubur (cheng beng) di pekuburan Kemujan Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (4/4/2018) (Bangkapos/Deddy Marjaya)

"Besok puncaknya pasti sangat ramai kalo saya pilih kemarin dan hari ini sembahyang kubur karena mau pulang ke Jakarta anak-anak tidak libur sekolah," kata Le Thet Pung warga asal Jakarta ditemui di Pekuburan Kemujan Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (4/4/2018).

Salim warga lainnya mengaku mengingat ada beberapa lluhur yang akan didatangi dirinya bergantian mendatangi makam-makam tersebut.

Antara lain makam orangtua, makam orangtua angkat dan mertuanya.

"Kemarin Belinyu ditempat kubur orangtua terus hari ini ke makam mertua besok ke Pangkalpinang ke tempat orangtua angkat dihari terakhir," kata Salim

Dalam momen sembahyang kubur merupakan rituan dimana merupakan momen saat memberikan penghormatan kepada leluhur dan berdoa.

Makam-makam leluhur tersebut dibersihkan sehingga saat melakukan prosesi sembahyang kubur terasa nyaman.

Saat sembahyang dan berdoa di kubur warga membawa peralatan sembahyang dengan berbagai macam sesaji mulai dari berbagai macam makanan, minuman dan buah.

Juga membakar simbol duniawi kepada leluhur.(*)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help