Megaproyek Embung Sudah Rampung 78 Persen

Guna menambah Suplai air bersih untuk kebutuhan Kabupaten Belitung, lahan seluas 12 Hektare digarap menjadi Kolam penampungan (embung)

Megaproyek Embung Sudah Rampung 78 Persen
Suharli
Penanggung jawab Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja (K3) dan Humas PT Fatimah Indah Utama - PT Bangka Cakra KSO, Dody Pasmah, 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

BANGKAPOS.COM, POSBELITUNG - Guna menambah Suplai air bersih untuk kebutuhan Kabupaten Belitung, lahan seluas 12 Hektare digarap menjadi Kolam penampungan (embung) sedalam 8 meter dengan luas kolam 11 Hektare, tepat berada di Dusun Kepayang Desa kacang Butor kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. (5/4/2018).

Penanggung jawab Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja (K3) dan Humas PT Fatimah Indah Utama - PT Bangka Cakra KSO, Dody Pasmah, menyampaikan proyek prasarana pembangunan sumber air baku gunung mentas Belitung.

"Untuk sampai sekarang tahapan pembangunan sudah 78 persen, dari batas yang ditentukan kontrak terakhir desember 2018, namun target kita kalau cuaca mendukung bisa diselesaikan di akhir Bulan Agustus 2018," kata Dody saat ditemui dilokasi proyek pembangunan embung (5/4).

Pelaksanaan pembangunan telah dimulai sejak Agustus 2016 sampai dengan batas akhir Desember 2018. Pembangunan sekarang sudah memasuki tahapan tahun ketiga.

Daya tampung embung diperkirakan bisa menampung   720.000 Kubik, dengan  kedalaman air 8 meter, dengan daya sedot mesin  berkekuatan daya suplay  420 liter perdetik, disalurkan melalui pipa 500mm, Sepanjang 8000 meter, dan sudah sampai water treatment Plant (WTP) / instalasi pengolahan air di Puskeswan di Kebun bunga depan RS Alma.

Dijelaskan Dody pembangunan prasarana penyedian air baku Gunung Mentas Kabupaten Belitung sendiri saat ini meliputi kolam embung yang sudah jadi menunggu proses finising. Yang sedang dikerjakan saat ini, meliputi saluran bendung, rumah jaga, rumah genset, rumah pompa, tanggul dan ada Spillway (pintu keluar air) untuk mencegah jebolnya tanggul bila tampungan melebihi kapasitas.

Pantauan Posbelitung, saat ini ada ada 60-70 pekerja mengerjakan, dan tujuh unit excavator unit serta beberapa dump truck.

Megaproyek ini sempat terkendala saat musibah banjir pada  16 Juli  2017 lalu, sehingga pembangunan dinding penahan tanggul terkendala dengan cuaca hujan, dikarenakan jalan akses menuju bangunan tanahnya berlumpur, embung sempat penuh air hujan, dan air  harus dikeringkan lagi keluar, dimana proses pengeringan  membutuhkan waktu 60 hari, dengan cara disedot mengunakan mesin.

Diluar itu untuk aliran sungai menuju embung sudah di normalisasi (black water) dan sudah ditanggul kiri dan kanan supaya aliran air yang masuk tidak lari kemana-mana. Sumber air yang digunakan untuk mengisi embung akan aliri dari Gunung tajam.

Mega proyek pembangunan ini menggunakan Dana APBN dengan nilai kontrak Rp 118.893.458.000.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved