4.350 Pelajar SMP Ikut UN, Hanya 12 Sekolah yang Gunakan UNBK

Sebanyak 4.350 pelajar tingkat SLTP di Kabupaten Bangka akan mengikuti ujian nasional (UN) pada tanggal 23 hingga 26 April 2018 nanti.

4.350 Pelajar SMP Ikut UN, Hanya 12 Sekolah yang Gunakan UNBK
Bangka Pos / Nurhayati
Plt Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Ricky Ramdani 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Sebanyak 4.350 pelajar tingkat SMP di Kabupaten Bangka akan mengikuti ujian nasional (UN) pada tanggal 23 hingga 26 April 2018 nanti.

Diakui Ricky Ramdani selaku Plt Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, dari keseluruhan pelajar tingkat SMP yang mengikuti UN tersebut sebelumnya memang sudah ada yang drop out (DO) dari sekolah.

"Ada satu atau dua orang paling tapi begitu naik kelas tiga sudah keluar tidak terrdaftar di DNT (Data Nominasi Tetap--red). Ada DNS (Data Nominasi Sementara--red) dan ada DNT peserta tetap UN," jelas Ricky kepada bangkapos.com, Jumat (6/4/2018) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka.

Namun sebelum melaksanakan UN para siswa-siswi SLTP tersebut harus mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada tanggal 9 hingga 16 April 2018.

Dijelaskan Ricky Untuk USBN ini soal-soal dibuat oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebanyak 75 persen dan 25 persen dibuat oleh puspendik dari kementerian pendidikan. Mata pelajaran yang di USBB meliputi tujuh mata pelajaran yakni pendidikan agama, matematika, PKN, IPA,IPS, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Sedangkan untuk sekolah yang sudah melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak 12 sekolah yakni di Kecamatan Belinyu sebanyak empat sekolah, Sungailiat lima sekolah, Merawang dua sekolah dan Mendobarat satu sekolah.

Diakui Ricky sekolah yang mengikuti UNBK ini agak menurun dibandingkan tahun 2017 lalu dimana SMPN 5 Sungailiat sebelumnya menumpang di SMKN 2 Sungailiat tahun ini tidak menggunakan sistem UNBK. Padahal diperbolehkan namun dikatakan Ricky ini mungkin pihak sekolah yang kurang siap untuk melaksanakan UNBK.

"Sebenarnya bisa dilakukan asal Kepala Sekolah SMPN 5 Sungailiat legowo menghubungi kepala SMA atau SMK terdekat untuk ikut UNBK. Kami dari dinas pendidikan sudah memberikan saran. Kalau kita katakan wajib belum ada permen yang mengatur siswa untuk ikut ujian UNBK tapi kami sarankan. Kalau SMP Setiabudi memang satu dengan SMA jadi bisa ikut satu atap," ungkap Riki.

Sedangkan untuk para siswa-siswi SMP yang tidak ikut UNBK akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNBKP). Untuk soal tertulis menggunakan Lembar Jawaban Kerja (LJK).

"Kalau untuk efektif dan efisiennya dengan UNBK karena untuk UNBKP dari sekolah soal-soal harus diamankan di bawa ke provinsi. Soal diamankan di kecamatan, di polsek setiap pagi hari sekolah ngambil ke polsek. LJK diantar ke dinas diserahkan ke provinsi, kalau UNBK langsung ke pusat uploadnya," kata Riki.

Ia berharap pada tahun 2019 nanti dimana hasil musrenbang mencantumkan bantuan untuk sekolah-sekolah yang melaksanakan UNBK berupa peralatan komputer.

"Mudah-mudahan itu bisa direalisasi di tahun 2019. Ada sekolah yang mau ikut UNBK tapi terkendala alat yakni komputer seperti SMPN 3 Sungailiat yang siswanya banyak, SMPN 4 Sungailiat mau melaksanakan tetapi terkendala alat sudah mengunakan sistem UNBK. Kalau untuk SMPN 1, SMPN 2 Sungailiat alhamdulillah. Untuk SMPN 5 Sungailiat kekurangan alat komputernya hanya 40 unit siswanya 200 lebih. Menghitung rumusnya jumlah peralatan dibagi tiga karena tiga sesi," jelas Ricky.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved