Nenek Moyang Bangsa Indonesia Cuma Gunakan Putih Telur untuk Bikin Bangunan Raksasa

Nenek moyang bangsa Indonesia merekatkan batu-batu raksasa hanya dengan mengandalkan zat putih telur.

Nenek Moyang Bangsa Indonesia Cuma Gunakan Putih Telur untuk Bikin Bangunan Raksasa
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Dulu, saat duduk di bangku SD, tentu Anda kerap mendengar cerita tentang kemampuan nenek moyang kita merekatkan batu-batu raksasa hanya dengan mengandalkan zat putih telur.  

Alhasil, berdirilah bangunan fenomenal, seperti Candi Borobudur atau Prambanan. 

Benar atau tidak, cerita tadi menunjukkan dikenalnya fungsi semen sejak zaman baheula. 

Sebelum mencapai bentuk seperti sekarang, perekat dan penguat bangunan ini awalnya merupakan hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis. 

Baca: Ternyata Indonesia juga Memiliki Desa Terindah Lho!

Pertama kali ditemukan di zaman Kerajaan Romawi, tepatnya di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, Italia. Bubuk itu lantas dinamai pozzuolana. 

Sedangkan kata semen sendiri berasal dari caementum (bhs. Latin), yang artinya kira-kira "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan". 

Meski sempat populer di zamannya, nenek moyang semen made in Napoli ini tak berumur panjang. 

Menyusul runtuhnya Kerajaan Romawi, sekitar abad pertengahan (tahun 1100 - 1500 M) resep ramuan pozzuolana sempat menghilang dari peredaran.

Baca: Senjata-senjata Tradisional Ini Diyakini Memiliki Kesaktian dan Bertuah

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved