Leisure Bangka Belitung

Pengusaha dan Agent Travel dari China Jajaki Investasi di Sektor Perkebunan dan Pariwisata

Para pengusaha maupun agent travel dari Negeri Tirai Bambu, China kembali datang ke Pulau Bangka

Pengusaha dan Agent Travel dari China Jajaki Investasi di Sektor Perkebunan dan Pariwisata
ist
Para pengusaha maupun agent travel dari China saat meninjau potensi investasi di Kabupaten Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Para pengusaha maupun agent travel dari Negeri Tirai Bambu, China kembali datang ke Pulau Bangka.

Kedatangan mereka ini untuk membidik investasi baik di bidang perkebunan maupun sektor pariwisata.

Diakui Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Asep Setiawan, kedatangan para pengusaha maupun agent travel tersebut untuk melihat potensi daerah tidak hanya di Kabupaten Bangka tetapi juga kabupaten lain seperti Bangka Selatan, Bangka Tengah dan Bangka Barat.

"Mereka dari China ini sebanyak 18 orang berkunjung ke Bangka melihat potensi di Kabupaten Bangka juga di kabupaten lain kemudian destinasi lain sambil liburan tetapi membawa misi untuk membawa lebih banyak lagi wisatawan. Mereka ini gabungan,ada pengusaha ada travel agen memang kan kita sudah kedua kalinya. Ini dihadirkan karena kemarin terhalang kegiatan Ceng Beng maka selesai Ceng Beng mereka baru bisa ke sini," jelas Asep kepada bangkapos.com, Jumat (6/4/2018).

Para pengusaha dan agent travel dari China tersebut mengunjungi kebun sawit di Rambak, kebun lada, agro wisata Tanjung Pesona, Puri Tri Agung, Mahayana, Pantai Rambak, Tikus dan Rebo.

Mereka juga menikmati kuliner khas Bangka di Pauw Kopitiam dan martabak Bangka. Rombongan tersebut selanjut menikmati keindahan alam di Pulau Ketawai dan Semujur.

"Mereka sedang melirik sektor perkebunan sambil melirik mencoba kalau memang bisa berinvestastasi di sini. Mereka tidak hanya disuguhkan dengan destinasi wisata tetapi juga memberikan informasi oleh pemerintah kabupaten oleh tim lainnya untuk investasi di sini sangat kondusif, ada pengembangan sawit dan ladanya di samping itu jug ada pengembangan hotelnya, kalau yang di Rambak sedang tahap penyelesaian. Merekla diajak ke sana untuk penjajakan investasi itu," ungkap Asep.

Dengan investasi memiliki saham atau join yang diharapkan bisa menambah investasi di daerah dan mendatangkan banyak wisatawan.

Namun diakui Asep, Pemkab Bangka juga harus antisipasi dan selektif dalam menerima para investor dari luar negeri yang berinvestasi di daerah.

Untuk itu dikatakannya ada seminar di Bali tetapi dari pihak Disparpora Kabupaten Bangka tidak bisa hadir karena mempersiapkan event Bangka Expo dan Sungailiat Triathlon.

Seminar tersebut terkait bagaimana cara menghadapi prilaku kunjungan wisatawan dari China yang berbeda dengan pangsa pasar Eropa dan luar negeri lainnya yang harus dilayani.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved