Leisure Bangka Belitung

Yudi Merintis Kampoeng Rasau Jadi Pusat Kuliner dan Taman Wisata Keluarga

Pokdarwis Kampoeng Rasau Kelurahan Kejaksaan Kecamatan Taman Sari Kota Pangkalpinang merubah Taman Mandara jadi Pusat Kuliner terpadu

Yudi Merintis Kampoeng Rasau Jadi Pusat Kuliner dan Taman Wisata Keluarga
Bangka Pos / Edwardi
Kampoeng Rasau akan dikembangkan menjadi Pusat Kuliner Terpadu dan Taman Bermain Keluarga Kota Pangkalpinang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Ahmad Wahyudi, Ketua Pokdarwis Kampoeng Rasau Kelurahan Kejaksaan Kecamatan Taman Sari Kota Pangkalpinang mencoba mengubah lahan aset Pemkot Pangkalpinang, Taman Mandara menjadi Kampoeng Rasau untuk dikembangkan menjadi Pusat Kuliner Terpadu dan Taman Bermain Keluarga.

“Kita mulai merintis pembuatan Kampoeng Rasau ini pada Januari 2018 dan keluar izinnya Februari 2018. Dulunya daerah ini bernama Taman Mandara, karena sempat ditinggalkan dan rumput juga sudah tinggi, lalu kami para pemuda disini mencoba untuk mengelola ulang lagi asset Pemkot Pangkalpinang ini, tapi bukan maksud kami ingin mengambil aset pemerintah, tetapi kami hanya ingin bersinergi dan bekerjasama dengan pemerintah, seperti apa aturannya yang harus kami lewati sehingga bisa mengelola daerah ini,” kata Yudi, sapaan akrabnya ditemui Bangkapos.com, Jumat (06/04/2018).

Diakuinya, waktu itu mereka mendapatkan dukungan dari Walikota Pangkalpinang, Irwansyah, yang kemudian memanggilnya untuk dimintai komitmen dan kesiapan guna mengelola tempat ini.

“Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit kami mulai membersihkan dan mendirikan kios kuliner disini melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) ingin menjadikan daerah ini menjadi Pusat Kuliner Terpadu dan Taman Bermain Keluarga. Kami terus membangun dan membenahi fasilitas yang ada disini, karena Taman Mandara itu identik dengan masalah kasus korupsi karena itu kita munculkan kembali dengan nama Kampoeng Rasau,” jelas Yudi.

Diakuinya, banyak orang bertanya apa itu Kampoeng Rasau ini. Dulu sewaktu masih kecil disini ada sungai besar dan sungai-sungai kecil, salah nama sungai itu namanya Rasau. Di Sungai Rasau ini biasanya banyak warga yang menangkap udang kecil biasanya disebut Uyep.

Kalau sore hari menjelang Magrib juga banyak orang datang ke sungai ini untuk memancing ikan belido.

“Di era pemerintahan Walikota Pangkalpinang, Zulkarnain Karim daerah ini diubah menjadi Taman Mandara dan Kolong Retensi Kacang Pedang,” tukasnya.

Diungkapkannya, dulu memang sering dibuatkan even-even disini tapi sekarang ini sudah jarang. Harapannya disini dengan memanfaatkan lahan yang terlantar ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar sini.

“Sekarang ini kita sudah membina sebanyak 20 pemuda untuk membantu kebersihan dan keamanan tempat ini jangan sampai orang-orang menggunakan lokasi ini untuk pesta narkoba, karena sebelumnya kami ketika membersihkan lokasi ini menemukan ratusan kaleng aibon dan pempers yang dimasak untuk diminum,” imbuhnya.

“Sekarang ini alhamdulillah image negative daerah ini mulai bergeser sedikit demi sedikit menjadi lebih baik. Target kita sebelum bulan Ramadan lokasi ini bisa menjadi pusat Kampung Ramadan Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Yudi juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Akhmad Elvian (Sekretaris DPRD Pangkalpinang,red) yang sudah banyak mendukung dengan meminjamkan banner-banner berisi sejarah berdirinya Kota Pangkalpinang, sehingga warga yang datang kesini selain bisa berwisata kuliner juga bisa membaca tulisan sejarah berdirinya Kota Pangkalpinang ini.

“Kita juga akan membangun sebanyak 30 kios kuliner di Kampoeng Rasau ini. Saat sudah terbangun dan siap ditempati ada 10 unit,” tukasnya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved