Kisah Asal Mula Coca Cola, Dibalik Kesuksesannya Penemunya Meninggal dalam Kemiskinan

Siapa sih yang tak mengetahui minuman bersoda yang satu ini. Dari kota hingga pedesaan, Coca Cola dipastikan hampir

Kisah Asal Mula Coca Cola, Dibalik Kesuksesannya Penemunya Meninggal dalam Kemiskinan
Tribunjogja

Menurut Mark Pendergrast, yang menulis buku For God, Country, and Coca-Cola: The Definitive History of the Great American Soft Drink dan Perusahaan yang Membuatnya, Charley Pemberton juga ternyata menderita penyalahgunaan zat adiktif. 

Dia merupakan peminum dan pengguna opium dan meninggal enam tahun setelah ayahnya.

Sementara itu, di bawah pengelolaan Asa Candler, Coca-Cola Company berubah menjadi Coca-Cola Corporation. Perusahaan ini kemudian menjadi produsen dan pengecer minuman ringan terkemuka di dunia.

Di bawah tangan dinginnya, Coca Cola mencapai kesuksesan.
Ini diawali sejak Candler menjadi pemilik tunggal Coca Cola pada tahun 1891.

Candler mengambil alih salah satu teknik pemasaran paling inovatif yang pernah dilakukan. 

Dia menyewa salesman keliling untuk membagikan kupon Coke gratis. Tujuannya adalah agar orang-orang mencoba minuman, menyukainya, dan kemudian membelinya. 

Selain kupon, Candler juga memutuskan untuk memasarkan Coca-Cola dengan menempelkan logo pada kalender, poster, buku catatan, dan bookmark untuk menjangkau pelanggan. 

Itu adalah satu langkah untuk menjadikan Coca-Cola sebagai merek nasional, bukan hanya merek regional. 

Namun Candler melakukan langkah kontroversial ketika dirinya menjual sirup Coca-Cola sebagai obat paten, mengklaim bahwa sirup itu bisa mengobati kelelahan dan sakit kepala. 

Pada tahun 1898, Kongres mengeluarkan pajak pascaperang Spanyol-Amerika. 

Pajak itu dibebankan untuk semua produk obat. 
Ia kemudian ingin menjual Coca-Cola hanya sebagai minuman. Setelah pertempuran di pengadilan, Coca-Cola tidak lagi dijual sebagai obat.

Ini juga menjadi akhir dari polemik kandungan kokain yang awalnya terdapat dalam Coca Cola

Sebagaimana dilansir Live Science, paling tidak hingga tahun 1903, Coca Cola diyakini mengandung kokain. 

Meski Coca Cola Company membantahnya, namun bukti sejarah memperlihatkan bahwa Coca Cola dulunya memang memiliki kandungan itu. 

Hingga tahun 1929 mereka akhirnya membuang seluruh kandungan yang berkaitan dengan kokain.

Hingga tak mengandung bahan itu sama sekali. Dan kini Coca Cola menjadi minuman ringan paling terkemuka di dunia. (*) 

Sumber : 
The History of Coca Cola | Jurnal Interactive Media Labs University of Florida | Live Science

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help