Dies Natalis UBB ke 12, Rektor Minta Terus Gelorakan Semangat Pengabdian

Rangkaian Dies Natalis ke 12 UBB ditandai dengan Tabligh Akbar dan acara Nganggung

Dies Natalis UBB ke 12, Rektor Minta Terus Gelorakan Semangat Pengabdian
ist
NASI TUMPENG -- Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi (kiri)n memotong nasi tumpeng dan memberikannya kepada Prof Dr Bustami Rahman MSi (mantan Rektor UBB) pada acara Nganggung, yang menandai digelarnya serangkaian acara Dies Natalis ke 12 UBB, di halaman depan Rektorat UBB, Balunijuk, Senin (9/04/2018). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Ir Muh Yusuf MSi minta kepada seluruh komponen yang ada di universitas negeri ini, baik dosen maupun tenaga kependidikan, untuk senantiasa menggelorakan semangat meningkatkan kualitas pengajaran, pelayanan dan pengabdian.

“Sebagai insan akademis, kita harus selalu menggelorakan semangat itu setiap waktu, apa pun bidangnya!,” tegas Muh Yusuf ketika memberi sambutan Dies Natalis ke 12 UBB di halaman depan Rektorat UBB, Kampus Terpadu Balunijuk, Bangka, Senin (09/04/2018) pagi.

Disebutkan dalam rilis UBB Press kepada Bangkapos.com, Senin (09/04/2018) rangkaian Dies Natalis ke 12 UBB ditandai dengan Tabligh Akbar dan acara Nganggung, masing-masing digelar di lapangan parkir Fakultas Teknik UBB dan halaman depan Rektorat UBB.

Hadir pada kedua acara ini ratusan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, tokoh masyarakat, undangan dari Korem Gapo, Polda Babel, Kajati, Kajari, pendiri UBB, dan pimpinan Desa Balunijuk.

“Semangat untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan derajat pengabdian harus terus-menerus digelorakan. Kini, hampir semua jurusan di UBB sudah meraih akreditasi B, harus dapat kita tingkatkan lagi agar memperoleh akreditasi A. Sedangkan para dosen yang belum menempuh pendidikan stratum tiga, atau doktoral, segera lanjutkan S3-nya. Sementara bagi dosen yang telah menyelesaikan pendidikan S-3 nya, segera kembali ke kampus untuk mengabdikan ilmunya,” ujar Muh Yusuf.

Dikatakan, UBB merupakan perguruan tinggi negeri yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung, harus banyak berperan, dan terlibat dalam berbagai upaya atau langkah-langkah percepatan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

“Diakui populernya nama Laskar Pelangi menjadi daya tarik sendiri bagi tamatan SLTA dari luar Bangka Belitung untuk mendaftar, dan kemudian menjadi calon mahasiswa UBB. Tapi saya lebih suka kalau sebagian besar mahasiswa UBB itu berasal dari tamatan SLTA di daerah ini,” tegas Muh Yusuf.

Dikemukakannya, fakta menunjukkan bahwa setiap tahun jumlah mahasiswa yang diterima di UBB terus meningkat. Tahun 2017, kata Muh Yusuf memberi contoh, UBB telah menerima 1.552 mahasiswa baru.

Empat tahun kemudian lanjutnya mereka semua harus menjadi sarjana.

“Mereka harus lulus dan menjadi sarjana tepat waktu. Kalau tidak, hal itu akan menjadi beban. Nah, kalau UBB menerima 1.552 mahasiswa baru, empat tahun kemudian semua harus lulus dan menjadi sarjana. Tidak ada namanya dosen killer, atau sejenisnya. Dosen yang baik adalah dosen yang sukses menghantarkan mahasiswanya menjadi sarjana dalam tempo empat tahun,” ujar Muh Yusuf.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help