Proyek Jalan Sudah Mulus Kok Dibongkar Lagi Jadi Bahasan Dalam LKPJ Walikota 2017

Pertanyaan masyarakat mengapa jalan yang sudah diperbaiki dengan bagus dan mulus dengan anggaran yang besar, namun dibongkar kembali

Proyek Jalan Sudah Mulus Kok Dibongkar Lagi Jadi Bahasan Dalam LKPJ Walikota 2017
Bangka Pos / Edwardi
Rapat Pansus 10 DPRD Kota Pangkalpinang dengan mitra kerjanya di ruang rapat Komisi DPRD Pangkalpinang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA –Pertanyaan masyarakat mengapa jalan yang sudah diperbaiki dengan bagus dan mulus dengan anggaran yang besar, namun tidak lama kemudian dibongkar kembali dengan alasan ada proyek lain, seperti penanaman pipa, kabel dan lainnya. Hal ini, dibahas oleh Panitia Khusus 10 DPRD Kota Pangkalpinang yang sedang menelaah LKPJ Walikota Pangkalpinang 2017

“Kita juga menerima keluhan masyarakat, seperti daerah Bukit Baru dan lainnya, kenapa jalan yang sudah bagus dan mulus lalu tidak lama kemudian sering dibongkar lagi untuk alasan pemasangan pipa, kabel dan lainnya. Setelah itu ditimbun lagi seadanya tanpa diperbaiki seperti kondisi semula, dari pihak PU alasannya itu pekerjaan pihak ketiga,” kata Rio Setiady, Ketua Pansus 10 DPRD Kota Pangkalpinang kepada Bangkapos.com usai rapat, Senin (9/4/2018). 

Diakui Rio, pihaknya juga sudah protes dengan kondisi ini.

“Kami dari DPRD ingin mengetahui sejauh mana klausul perjanjian antara Dinas PU dengan pihak ketiga itu, apakah ada klausul yang menyatakan pihak ketiga yang sudah membongkar aspal jalan itu harus memperbaiki seperti semula atau bagaimana perjanjian,” tukas Rio.

Diakui Rio, pengalaman kita di lapangan, semua masyarakat juga sudah mengetahui kalau jalan yang sudah bagus kemudian dibongkar biasanya hanya ditimbun sekenanya saja.

“Akibatnya jalan itu menjadi rusak, berlobang lagi, menjadi turun dan tidak rata. Kita tidak mau lagi seperti itu. Masyarakat kadang menuding kita bekerja seperti main-main, jalan yang sudah bagus lalu dirusak kembali,” imbuhnya.

Diungkapkannya, pihak Dinas PU saat rapat tadi beralasan akhir tahun sudah tidak ada lagi anggaran untuk memperbaikinya.

“Maksud kita bukan minta pihak PU yang memperbaiki karena hal itu bukan kesalahan kita, melainkan kesalahan pihak ketiga. Kita ingin tahu siapa saja pihak ketiga yang sudah membongkar jalan itu, kita minta pihak ketiga itulah yang memperbaikinya setelah mereka selesai membongkarnya, bagaimana klausul perjanjian untuk perbaikannya,” tukasnya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved