Informasi Lewat Program LAPOR SP4N Bisa Sampai ke Presiden

Pjs Walikota Pangkalpinang Asyraf Suryadin membuka Acara Sosialisasi Program Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat Sistem

Informasi Lewat Program LAPOR SP4N Bisa Sampai ke Presiden
Bangka Pos/Edwardi
Pjs Walikota Pangkalpinang Asyraf Suryadin membuka Acara Sosialisasi Program Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (LAPOR SP4N) di Kota Pangkalpinang yang diselenggarakan Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi) Kota Pangkalpinang di ruang pertemuan SUN Hotel Pangkalpinang, Rabu (11/04/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Walikota'>Pjs Walikota Pangkalpinang Asyraf Suryadin membuka Acara Sosialisasi Program Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (LAPOR SP4N) di Kota Pangkalpinang yang diselenggarakan  Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi) Kota Pangkalpinang di ruang pertemuan SUN Hotel Pangkalpinang, Rabu (11/04/2018).

Asyraf mengatakan kegiatan ini sangat penting karena sering mendapatkan SMS laporan dari masyarakat tentang berbagai hal.

"Karena kita Pemkot memiliki banyak kepala dinas, badan dan OPD terkait untuk menindaklanjuti dan menyelidiki masalah itu. Untuk masalah sampah saya berkoordinasi dengan pak Iwansyah, masalah spanduk minta bantu dengan Bakeuda dan Satpol PP," kata Asyraf.

Diungkapkannya untuk masalah spanduk, baru-baru ini dapat laporan dari masyarakat. Sebetulnya spanduk itu sudah betul letaknya dan sudah bayar pajak cuma isinya yang dipersoalkan, gambar spanduknya wanita yang hampir membuka aurat.

"Tapi setelah saya sampaikan di Grup WA Pemkot, Alhamdulillah cepat ditanggapi dan dibersihkan sehingga keresahan warga bisa diatasi,"  ujar Asyraf.

Ditambahkan Asyraf saat ini pelayanan pembuatan KTP, KK sudah gratis diharapkan jangan ada lagi laporan dari masyarakat yang mengaku mengeluarkan uang untuk mendapatkan layanan ini.

"Ini yang sering jadi masalah masyarakat itu sendiri yang sering mengajak atau menawarkan  petugas terkait sejumlah uang untuk membantu pembuatan KTP dan KK itu. Saya berharap masyarakat jangan lagi melakukan hal yang tidak karuan ini, saya juga minta pak RT, RW jangan juga menanggapi keinginan itu,"  harap Asyraf.

Asyraf berharap jangan hanta informasi negatif saja yang dilaporkan tetapi juga informasi-informasi positif juga harus ada.

"Kalau ada informasi yang masuk harus di crosscheck dulu, saya percaya melalui pelatihan ini saya berharap para kepala dinas dan badan serta jajaran Sekretariat Daerah bisa menerima informasi dari masyarakat ini dengan lapang dada, harus segera ditindaklanjuti sebab sekarang ini informasi dari masyarakat bisa langsung sampai ke presiden. Kalau sudah sampai ke presiden maka kita akan dianggap kurang respon terhadap informasi itu, " tukasnya.

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved