Puluhan Nelayan Kumpul di Pulau Dante Belinyu Bahas Rencana Hentikan Tambang Ilegal

Puluhan nelayan dari berbagai desa berkumpul di Pulau Dante Belinyu bersama Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia (LKPI) membahas tambang ilegal

Puluhan Nelayan Kumpul di Pulau Dante Belinyu Bahas Rencana Hentikan Tambang Ilegal
ist
Suasana puluhan nelayan gabungan Desa Bangka Induk dan Bangka Barat, Rabu (10/4/2018) berkumpul di pulau Dante Belinyu bahas penolakan tambang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Puluhan nelayan dari berbagai desa berkumpul di Pulau Dante Belinyu. Mereka bersama Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia (LKPI) Bangka membahas seputar tambang ilegal di Kecamatan Belinyu maupun Kecamatan Riausilip Bangka.

"Kami ngumpul di Pulau Dante sama nelayan Bangka Induk dan Bangka Barat bahas masalah tambang iliegal di DAS Perimping yang masih terus beroperasi. Intinya nelayan minta diberhentikan aktifitas tambang ilegal dI DAS Perimping, sebelum terjadi permasalahan," kata Direktur LKPI Bangka, A Hanif, Rabu (11/4/2018), mengutip ucapan Nelayan Desa Ridingpanjang, Wisnu di pertemuan itu.

Sementara itu puluhan nelayan yang berkumpul di Pulau Dante, Selasa (10/4/2018) menyatukan persepsi mereka. Intinya, mereka ingin, pihak berwenang segera bertindak, sebelum nelayan turun langsung menghentikan aktifitas tambang ilegal ini, secara paksa.

"Sekitar 70 orang yang kumpul di Pulau Dante, masing-masing dari Desa Bakit Bangka Barat, Desa Pusuk Bangka Barat, Desa Tuik Bangka Barat, Desa Rambang Riausilip Bangka, Desa Ridingpanjang Belinyu Bangka, Kelurahan Mantung Belinyu dan lainnya," kata Hanif.

Topik yang dibahas, antara lain soal penolakan tambang ilegal di sekitar Teluk Kelabat, Sungai Berok Belinyu, Sungai Perimping Riausilip dan Sungai Antan Bangka Barat.

"Nelayan ini minta semua aktifitas tambang, termasuk di muara sungai dan juga di Teluk Kelabat dihentikan. Ini sangat mengganggu aktifitas masyarakat nelayan," kata Hanif menyatakan, masalah ini sudah sering dilaporkan ke perintah daerah dan pihak berwajib tapi tambang masih saja beroprasi.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved