Bupati Ini Minta Uang ke Sejumlah Kepala Dinas Untuk Biayai Istri Ikut Pilkada Bandung Barat

KPK telah menetapkan Bupati Bandung Barat Abu Bakar sebagai tersangka dalam dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah.

Bupati Ini Minta Uang ke Sejumlah Kepala Dinas Untuk Biayai Istri Ikut Pilkada Bandung Barat
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Bupati Bandung Barat, Abubakar, saat berbicara kepada awak media untuk meluruskan kabar penangkapan dirinya oleh KPK di kediamannya, Lembang, Bandung Barat, Selasa (10/4/2018) malam. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bandung Barat Abu Bakar sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya.

KPK mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 435 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bandung Barat yang digelar pada Selasa (10/4/2018).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, uang tersebut ada di dalam sebuah koper berwarna biru dengan pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000

"Dalam tangkap tangan yang digelar, KPK mengamankan barang bukti sebesar Rp 435 juta," ujar Saut dalam konferensi pers, di Gedung KPK, Rabu (11/4/2018).

Baca: Bupati Bandung Barat Abubakar Terjaring OTT tapi Dilepas KPK, Ini Alasannya

Dalam konstruksi perkara, Abu Bakar diduga meminta uang ke sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharliah. Elin akan maju sebagai calon bupati Bandung Barat periode 2018-2023 menggantikan suaminya.

Permintaan itu disampaikan dalam beberapa kali pertemuan antara Abu Bakar dengan kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang diadakan pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2018.

Bahkan, Abu Bakar juga terus menagih permintaan uang tersebut demi melunasi pembayaran ke lembaga survei.

"Hingga April, Bupati terus menagih permintaan uang ini salah satunya untuk melunasi pembayaran ke lembaga survei," kata Saut.

Kepala Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriarti menuturkan, Abu Bakar telah memberikan uang muka senilai Rp 50 juta kepada lembaga survei. Namun Yuyuk tak menjelaskan secara spesifik lembaga survei mana yang digunakan oleh Abu Bakar.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved