Seandainya Teknologi VAR Diterapkan Saat Real Madrid Melawan Juventus, ini yang Bakal Terjadi

Keputusan penalti yang dihadiahkan wasit Michael Oliver kepada Real Madrid menjadi kontroversi.

Seandainya Teknologi VAR Diterapkan Saat Real Madrid Melawan Juventus, ini yang Bakal Terjadi
fourfourtwo

BANGKAPOS.COM, MADRID -- Keputusan penalti yang dihadiahkan wasit Michael Oliver kepada Real Madrid menjadi kontroversi. Perdebatan apakah hukuman penalti diberikan sebuah keputusan yang layak?

Presiden Juventus, Andrea Agnelli akhirnya buka suara kepada media setelah Juventus tereliminasi dari Liga Champions di tangan Real Madrid pada Rabu malam.

“Di penghujung malam seperti ini, penting untuk tetap tenang dan menganalisis situasi dengan cara yang benar,” kata presiden Juventus.

“Banyak asosiasi sepak bola telah menerapkan VAR, dan mengingat bahwa kami memiliki teknologi, itu perlu dimanfaatkan sesegera mungkin dan pelatihan yang memadai harus disediakan.

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, mendapat kartu merah dari wasit Michael Oliver dalam laga kontra Real Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu (11/4/2018)
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, mendapat kartu merah dari wasit Michael Oliver dalam laga kontra Real Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu (11/4/2018) (CURTO DE LA TORRE / AFP)

“Ini karena insiden seperti malam ini tidak hanya menentukan hasil pertandingan, tetapi juga hasil dari kejuaraan - dan kami mungkin akan sangat layak untuk lolos malam ini. Seperti yang saya katakan, kami memiliki teknologi untuk menghindari kesalahan ini dan Saya yakin bahwa wasit malam ini akan menjadi orang yang paling kecewa dari semuanya ketika ia melihat rekaman itu kembali. Namun, semua orang yang terlibat perlu dipersiapkan dengan benar pada malam seperti ini, sama seperti kita membuktikan diri di luar lapangan.

“Mungkin kita juga harus mempertimbangkan untuk mengubah orang yang bertanggung jawab menunjuk wasit setelah beberapa tahun, untuk menghindari insiden seperti yang terjadi di Eropa tidak hanya melibatkan kami, tetapi juga melibatkan AC Milan, Roma dan Lazio.

Apa itu VAR

Ajang Piala Dunia mini alias Piala Konfederasi 2017 yang diselenggarakan musim panas ini di Rusia menjadi panggung pertunjukan Video Assistant Referees (VAR) di kancah sepakbola Internasional.

Meski teknologi ini sudah sempat diujicobakan di level pertandingan persahabatan beberapa waktu yang lalu, namun VARs bisa dibilang baru mulai benar-benar diujicobakan secara massal pada ajang Konfederasi ini.

Massimo Bussaca, pimpinan wasit FIFA, menyatakan, "Dalam 12 pertandingan (Piala Konfederasi), kami mendapatkan 29 insiden besar berdasarkan keputusan benar dari ofisial dan dibenarkan oleh VAR; tujuh keputusan ditinjau ulang oleh VAR dan enam keputusan yang mampu mengubah jalannya laga dibenarkan. Empat di antaranya merupakan offside.”

Tujuaan penggunaan teknologi dalam sepakbola terutama dalam penggunaan VAR memang masih banyak menuai banyak kritikan terutama dari penonton karena menjadi membingungkan.

fourfourtwo
fourfourtwo

Empat tinjauan utama yang menjadi fokus utama penggunaan VAR adalah kejadian gol, keputusan penalti, keputusan kartu merah, dan kesalahan identitas.

Dari empat fokus tersebut, kejadian gol (yang berbau offside ataupun pelanggaran) memang lebih banyak mendominasi penggunaan VAR sejauh ini.

Tak mengherankan beberapa pemain seperti Arturo Vidal sempat memprotes keras saat gol Cile tak disahkan wasit.

Padahal, pihak FIFA sendiri sudah memberikan arahan kepada seluruh peserta sebelum turnamen berlangsung.(*)

Penulis: teddymalaka
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help