91 Orang Meregang Nyawa Akibat Miras Oplosan di Jakarta, Bekasi, hingga Bandung

Korban yang tewas akibat minuman keras (miras) oplosan terus bertambah.

91 Orang Meregang Nyawa Akibat Miras Oplosan di Jakarta, Bekasi, hingga Bandung
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Jenazah korban miras oplosan di Cicalengka masih berada di ruang jenazah RSUD Cicalengka, Senin (9/4/2018). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Korban yang tewas akibat minuman keras (miras) oplosan terus bertambah.

Kasus terbaru, dua korban bernama A Rohman (41) dan Ade Firmansyah (34) tewas di Jalan Musyawarah, Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Mereka meninggal di tempat dan waktu berbeda.

"Menurut keterangan saksi, kedua korban tersebut berturut-turut minum miras," kata Kasat Reskrim Tangerang Selatan AKP Ahmad Alexander, Kamis (12/4/2018).

Meninggalnya Rohman dan Ade menambah daftar panjang korban tewas akibat miras oplosan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Hingga saat ini, ada 33 orang yang meninggal di Jakarta dan sekitarnya.

Rinciannya, 10 orang meninggal di Jakarta Timur, 8 orang meninggal di Jakarta Selatan, 6 orang meninggal di Depok, 7 orang meninggal di Bekasi Kota, dan 2 orang meninggal di Ciputat.

58 orang meninggal di Jawa Barat

Tak hanya di wilayah hukum Polda Metro Jaya, korban tewas juga terus berjatuhan di wilayah hukum Polda Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto menyebut, korban tewas akibat miras oplosan di Jabar menjadi 58 orang.

Ia merinci, korban meninggal akibat miras ini terdiri dari 41 orang di Cicalengka, 7 orang di Kota Bandung, 7 orang di Sukabumi, 2 orang di Cianjur, dan 1 orang di Ciamis.

Menurutnya, korban di Sukabumi, Cianjur, dan Ciamis tidak ada kaitannya dengan miras ginseng di Cicalengka.

"Ada korelasi itu antara Kota Bandung dan Cicalengka. Di Polrestabes kalau melihat barang bukti (miras) dan warung mirip, ada indikasi ini didistribusikan ke wilayah Bandung," ujar Agung.

Dengan demikian, total korban miras oplosan di Jakarta hingga Jawa Barat adalah 91 orang.

Terjadi di seluruh wilayah Indonesia

Wakapolri Komjen Syafruddin meyakini peredaran miras oplosan yang menimbulkan banyak korban terjadi di seluruh Indonesia.

Namun, polisi baru mengungkap kasus tersebut di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

Pengungkapan kasus yang dilakukan di tiga wilayah itu, lanjutnya, juga belum tuntas dan bisa jadi baru di permukaan.

"Kami yakin di seluruh Indonesia ini terjadi. Mungkin pengungkapannya belum terlalu progresif seperti yang dilakukan Polda Metro, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan," ujar Syafruddin, Rabu (11/4/2018).

Syafruddin memerintahkan semua jajarannya segera menuntaskan kasus tersebut dalam waktu sebulan. Dia tak ingin ada lagi miras menjelang bulan Ramadan dan seterusnya.

Syafruddin juga meminta semua pelaku yang terlibat dihukum maksimal.

"Saya berikan target, bulan ini selesai. Bulan depan, masuk bulan Ramadhan, tidak ada lagi miras yang beredar di masyarakat seluruh Indonesia, bukan hanya di Jakarta," kata dia. 

(Kompas.com/Nursita Sari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Miras Oplosan Mematikan, 91 Orang Meninggal di Jakarta, Bekasi, hingga Bandung"

//
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved