Abu Janda Dilaporkan ke Bareskrim Gara-gara Posting Utang Luar Negeri yang Kian Membengkak

Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim gara-gara memposting statemen soal hutang luar negeri Indonesia yang semakin meningkat.

Abu Janda Dilaporkan ke Bareskrim Gara-gara Posting Utang Luar Negeri yang Kian Membengkak
Facebook
Abu Janda al-Boliwudi 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Berhati-hatilah dalam menggunakan media sosial (medsos) Anda.

Sudah banyak yang terjerat kasus hukum lantaran tak bijak dalam memposting statement, foto, meme atau konten yang menyebar kebencian atau hoax.

Dan kali ini giliran pegiat di medsos lewat fan pagenya Abu Janda al-Boliwudi alias Permadi Arya dilaporkan oleh pengamat politik dan hukum, Kan Hiung pada Rabu (11/4) ke Bareskrim Mabes Polri.

Laporan ini terkait dengan pernyataan Abu Janda soal hutang luar negeri Indonesia yang semakin meningkat.

Kan Hiung laporkan Abu Janda al-Boliwudi alias Permadi Arya ke Bareskrim Mabes Polri.
Kan Hiung laporkan Abu Janda al-Boliwudi alias Permadi Arya ke Bareskrim Mabes Polri. (TRIBUNNEWS.COM/HO)

“Saya melaporkan Abu Janda alias Permadi Arya dengan pasal 28 ayat 1 UU ITE terkait dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong dan menyesatkan. Laporan ini saya lakukan karena yang bersangkutan menyebarkan berita bohong soal hutang luar negeri Indonesia. Dalam pernyataannya itu, ada dugaan dia me-mark up jumlah hutang luar negeri Indonesia,” tegas Kan Hiung di Jakarta, Kamis (12/4).

Baca: Jika Ada Lelaki yang Cocok, Artis Kirana Larasati Persilakan Nyatakan Cinta Kepadanya

Laporan Kan Hiung ke Bareskrim Mabes Polri ini juga menyertakan barang bukti berupa satu buah flash disk dan fotokopi berkas sebanyak tiga eksemplar.

Laporan ini ditindaklanjuti Bareskrim Mabes Polri dengan surat tanda bukti lapor bernomor LP/490/IV/2016/Bareskrim.

Kan Hiung laporkan Abu Janda al-Boliwudi alias Permadi Arya ke Bareskrim Mabes Polri.
Kan Hiung laporkan Abu Janda al-Boliwudi alias Permadi Arya ke Bareskrim Mabes Polri. (TRIBUNNEWS.COM/HO)

“Sebelumnya saya sempat dua kali coba laporan ke Polda Metro Jaya, tapi selalu ditolak. Dan saya bersyukur, di Bareskrim Mabes Polri akhirnya diterima,” ucapnya.

Baca: Prabowo Belum Pasti Jadi Capres Meski Gerindra Sudah Beri Mandat

Dikatakannya, semua rakyat Indonesia harus lebih bijak menggunakan medsosnya, walaupun saat ingin mengungkapkan unek-uneknya tentang kondisi negara.

“Jangan sampai menyebarkan kebohongan dan melanggar UU. Apa yang disampaikan Abu Janda itu menyesatkan, penuh kekeliruan dan kesalahan dalam data. Saat ini banyak orang asal ngomong,” pungkasnya. (Tribunnews.com/Fx Ismanto)

 
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved