Pengakuan Seorang Wanita yang Melihat Kesaktian Soeharto dan Pantangannya

Pada 1984, Hj Baiq Hartini membuka warung kecil di Kuta, Bali.Perempuan kelahiran Lombok 1956 itu berjualan ayam Taliwang

Pengakuan Seorang Wanita yang Melihat Kesaktian Soeharto dan Pantangannya
(ARSIP FOTO) KOMPAS / JB SURATNO
Jenderal Besar Soeharto berbincang dengan Jenderal Besar AH Nasution, sesaat sebelum menerima ucapan selamat pada acara silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, Minggu (5/10/2007) siang. 

BANGKAPOS.COM - Pada 1984, Hj Baiq Hartini membuka warung kecil di Kuta, Bali.

Perempuan kelahiran Lombok 1956 itu berjualan ayam Taliwang.

Mungkin cocok di lidah, warungnya cepat populer.

Sehingga dua tahun kemudian, ia telah membuka tujuh gerai di Bali.

Hal itu seperti mimpi rasanya.

Soeharto
Soeharto (Facebook)

“Pada 1990, ada utusan dari Istana Tampaksiring meminta saya memasak untuk acara di Istana.”

Istana Tampaksiring merupakan istana yang dibangun setelah Indonesia merdeka, yang terletak di Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali.

Ia merasa tersanjung, rumah makan sederhana miliknya dipercaya menyiapkan makanan, untuk para ajudan dan pengawal presiden.

Tetapi, ia agak heran, pemeriksaan terhadap dirinya begitu ketat.

Selain petugas keamanan dan intel, petugas kesehatan juga meneliti bahan makanan.

Dan sesudah makanan matang, ada tim dokter dan petugas laboratorium mencicipi masakan tradisional Lombok, yang digelar prasmanan itu.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help