Jadi Cagar Budaya, Makam DW Becking Terkendala Tanah Warga

Tanah warga di sekitar makam lah yang menjadi kendala untuk memperluas makam agar dapat lebih

Jadi Cagar Budaya, Makam DW Becking Terkendala Tanah Warga
Bangkapos/Adinda Rizki Amanda
Keadaan makam DW Becking di tengah pemukiman warga 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Makam DW Becking yang berada di tengah pemukiman warga menjadi perhatian besar.

Khususnya keadaan makam yang sudah mulai tak terurus lagi. 

Bagaimana tidak botol-botol kaca, ember dan rumput liar tumbuh subur di atas makam yang berada tepat dibelakang halaman rumah nenek Sulami.

Makam yang sudah berusia 167 tahun ini tidak dibatasi pagar yang melindungi makam tersebut.

Meski begitu Lurah Sungaiselan Ahmad (51) mengungkapkan makam tersebut sudah pernah dilapor ke dinas kebudayaan dan pariwisata Bangka Tengah sejak tahun 2017 lalu.

"Tahun lalu di tahun 2017 sempat ada orang dari dinas kebudayaan dan pariwisata Bangka Tengah yang meninjau lokasi pemakaman DW becking" ungkapnya kepada Bangka Pos Group.

Keadaan makam yang berada di tengah pemukiman warga menjadi kendala bagi lurah Sungaiselan untuk melakukan pembenahan dalam melindungi cagar budaya pada makam tersebut. 

Tanah warga di sekitar makam lah yang menjadi kendala untuk memperluas makam agar dapat lebih terawat kedepannya. 

Namun Ahmad menjelaskan upaya ini akan terus dilaksanakan agar cagar budaya di Sungaiselan dapat di rawat kedepannya.

"Harapannya bukan hanya pemerintah melainkan dari warga yang tinggal disekitar makam tersebut dapat menjaga baik keadaan makam" tutur Ahmad. (*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved