Mengintip Makam DW Becking, Makam Petinggi Belanda di Tengah Pemukiman Warga

DW Becking sendiri adalah petinggi Kolonial di Bangka yang pernah bertempur melawan Batin Tikal seorang

Mengintip Makam DW Becking, Makam Petinggi Belanda di Tengah Pemukiman Warga
Bangkapos/Adinda Rizki Amanda
Keadaan makam DW Becking di tengah pemukiman warga 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekitar pukul 16:25 asap-asap mengepul di langit langit makam yang bertempat dihalaman belakang rumah nenek Sulami(80). 

Bukan kebakaran rumah namun pembakaran sampah dedaunan  di sekitar makam DW Becking lah yang membuat suasana kala itu semakin mencekam. 

Tak hanya asap kini keadaan makam  DW Becking semakin memprihatinkan botol-botol kaca, ember dan lainnya tergeletak begitu saja disekitaran makam.

Bahkan parahnya rumput liar hidup subur di atas makam DW Becking.

Makam yang beralamatkan di belakang rumah nenek Sulami RT 1 RW 1 kelurahan Sungaiselan sudah ada sejak tahun 1951.

DW Becking sendiri adalah petinggi Kolonial di Bangka yang pernah bertempur melawan Batin Tikal seorang pejuang asli dari Bangka Belitung. 

Kini usia makam itu sudah 167 tahun namun sampai saat ini belum ada dilakukan pembenahan terkait cagar budaya di wilayah Bangka Tengah.

Meski berada ditengah pemukiman warga, makam DW Becking tidak pernah sepi pengunjung.

Hal ini diungkapkan oleh nenek Sulami yang rumahnya berada epat di depan makam DW Becking.

"Setiap tahun selalu ada pengunjung, baik itu dari sekolah-sekolah atau pun wisatawan lokal. Kalo sudah datang itu bus-bus berjejer didepan rumah untuk melihat makam DW Becking walau hanya sekedar foto-foto dan melihatnya langsung" ungkapnya saat ditemui di kediaman rumahnya.

Makam yang berjarak 30 meter dari jalan raya ini bisa ditempuh pengunjung dengan berjalan kaki dari halaman depan rumah nenek Sulami. 

Sebab untuk kendaraan besar seperti bus dan sepeda motor tidak bisa lewat sebab akses jalan kecil yang sudah masuk pemukiman warga.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help