Ini Empat Tahapan Metode Early Warning Sistem (EWS) Tangani pasien

Empat tahapan metode Early Warning Sistem (EWS) dalam menangani kondisi pasien

Ini Empat Tahapan Metode Early Warning Sistem (EWS) Tangani pasien
Dok/Bapos
Nursing Devalopment and Clinical Operation Devision Head, Silvinia 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Empat tahapan metode Early Warning Sistem (EWS) dalam menangani kondisi pasien, hal itu dijelaskan oleh Nursing Devalopment and Clinical Operation Devision Head Siloam Hospital, Silvania.

Parameter menentukan penangan terhadap pasien dalam metode Early Warning Sistem (EWS). Yakni tingkat kesadaran, respirasi atau pernafasan, saturasi oksigen, oksigen tambahan, suhu, denyut nadi, dan tekanan darah atau sistolik. 

Skor ke tujuh instrumen tersebut menentukan bentuk penanganan selanjutnya.

Jika, nilai EWS nol (0) maka diajurkan monitoring TTV dan pantau kondisi pasien minimal 1 kali. Kemudian, catat pada lembar observasi pasien dan ikuti petunjuk respon klinis rendah atau hijau.

Selanjutnya, Skor 1-4 atau rendah (Hijau) dilakukan langkah-langkah seperti laporkan hasil EWS pada dokter, verifikasi maksimal 1 jam, menentukan frekuensi monitoring perlu ditambah atau eskalasi DPJP, lalu pantau setiap 4 jam dan catat. Jika, kedepannya ditemukan skor di bawah 1 penangan ke klinis skor 0 tapi jika di atas 4 lanjutkan ke regulasi tahap berikutnya.

Kuning atau skor EWS 5-6 Medium, pertama laporkan hasil kepada dokter atau pihak terkait, lakukan verifikasi 30 menit sebelum, pantau setiap 1 jam sampai kondisi membaik, dan catat.

Jika, kondisinya menunjukan skor di bawah 5 maka tangani ke klinis skor rendah atau hijau tapi kalau menunjukan di atas 6 tingkatkan observasi setiap 30 menit dan ikuti petunjuk skor tinggi atau merah.

Tingkatan tertinggi EWS di atas 7 (Merah) prosedur penanganan pasien, yakni laporkan hasil ke dokter, lakukan verifikasi, pemeriksaan, dan penanganan 15 menit sejak aktivasi EWS, laporkan ke DPJP, informasikan kondisi pasien kepada keluarga. Jika, memburuk maka dengan ijin DPJP  konsultasikan ke intensivist buat rekomendasi rawat intensif.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help