Metode Early Warning Sistem (EWS) pada Ibu Hamil

Early Warning Sistem (EWS) penting diterapkan kepada pasien obstetik. Terutama, saat melahirkan wanita beresiko mengalami kondisi kristis.

Metode Early Warning Sistem (EWS) pada Ibu Hamil
dok/Bapos
Dokter Spesialis Kandungan, Hendra Susanto 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Early Warning Sistem (EWS) penting diterapkan kepada pasien obstetik. Terutama, saat melahirkan wanita beresiko mengalami kondisi kristis. Standar perawatan rumah sakit harus sama baik ketika kehamilan dan membutuhkan penangan intensif.

Dokter Spesialis Kandungan, Hendra Susanto mengatakan metode EWS khusus menangani pasien obstetik disebut Maternity Early Warning Score (MEWS). Guna memastikan pemantauan aman dan baik dalam kehamilan atau periode postnatal. Selain itu, membantu meningkatkan deteksi dini dan pengelolaan penyakit yang mengancam.

“Kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa fisiologis normal namun beresiko terjadinya kerusakan pada wanita. MEWS membantu mendeteksi dini dan pengelolaan penyakin yang mengancam ketika hamil,” ungkap Hendra Susanto

Tujuan penerapannya menilai pasien kondisi akut, mendeteksi penurunan kondisi klinis pasien selama perawatan di rumah sakit sejak dini, dan memberikan respon klinik tepat waktu secara kompeten. Saat pasien tidak nyaman, tidak stabil, dilarikan ke UGD, dan dipindahkan ke bangsal rawat inap dari rawat intensif.

Pemantauan rutin kepada pasien obstetri minimal 1 kali dalam satu shift dinas perawat. Lalu, paska operasi 24 jam pertama sesuai ketentuan penatalaksanaan pasien paska operasi.

Ada 4 tingkatan dalam menangani pasien, yakni skor nol, rendah, medium, dan tinggi. Parameter yang diukur, diantaranya tingkat kesadaran, respirasi atau pernafasan, saturasi oksigen, suhu, denyut nadi, tekanan darah, dan produksi urine.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help