Leisure Bangka Belitung

Nikmat Manis dan Gurih, Kue Rangai Khas Bangka

Berbagai ragam kue "zaman now" seperti chess cake, brownis dan beragam lainnya. Namun bukan berarti kue tradisional ditinggalkan Kue Rangai, misalnya

Nikmat Manis dan Gurih, Kue Rangai Khas Bangka
Adinda Rizki Amanda
Nikmat Manis dan Gurih, Kue Rangai Khas Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Berbagai ragam kue "zaman now" seperti chess cake, brownis chocolate, pizza, macaron dan beragam lainnya.

Kue-kue ini dibuat menggunakan olahan modern, dan bercita rasa digemari kawula muda.

Namun bukan berarti kue tradisional ditinggalkan. Kue Rangai, misalnya. Walau diolah secara alami, namun kue tradisional ini juga banyak digemari.

Ayunda Rizka Amanda (22) dan Irma Khoiriyah (21), dua saudara sepupu asal Sungaiselan Bangka Tengah, sangat menyukai kue rangai. Cita rasa kue yang membuat kedua dara muda ini, ketagihan.

Kue rangai dikenal karena kulit kue (kue bagian luar) terasa gurih. Kulit kue terbuat dari tepung itu berisi kelapa dan gula merah yang menjadikannya rasa manis, khas tersendiri.

Kue rangai cocok dinikmati saat sore dan pagi hari, bersama teh seduh hangat melati.

Ayunda Rizka Amanda (22) dan Irma Khoiriyah (21), dua saudara sepupu asal Sungaiselan Bangka menikmati kue Rangai.
Ayunda Rizka Amanda (22) dan Irma Khoiriyah (21), dua saudara sepupu asal Sungaiselan Bangka menikmati kue Rangai. (Adinda Rizki Amanda)

"Kue ini unik dan gurih saat dimakan. Sekarang sudah semakin sulit menemukan kue rangai, meski begitu saya suka, apalagi kue ini ibu saya yang membuatnya. Kue rangai biasa disajikan untuk serapan sekeluarga," kata Ayunda, gadis manis baju merah kerudung biru, Jumat (13/4/2018).

Begitu pun Irma, sepupu Ayunda, mengaku sering menyantap kue itu. Kue rangai, bagi mereka, tak asing lagi. Keduanya sering menghabiskan waktu menyantap kue rangai sambil minum teh di teras rumah.

"Sebelumnya saya pernah mencoba kue ini waktu saya masih kelas 2 SD, dulu. Baru-baru ini saya sering makan kue rangai lagi, dan rasanya tidak jauh berbeda, tetap nikmat, manis dan gurih," tambah Irma, seraya menyantap kue rangai.

Kendati nikmat, namun kedua gadis belia itu menyayangkan, karena kue rangai tak banyak lagi diproduksi. Kue tradisional khas daerah itu semakin langka, walau sebenarnya masih sangat digemari. "Sayang kue khas Babel ini sudah semakin jarang kita lihat di warung atau toko toko," sesalnya.

Sementara itu, resep membuat Kue Rangai terbilang mudah. Untuk membuat kulitnya (kue bagian luar), siapkan terigu 1 ons dan masukan 2 sendok air putih, kemudian aduk hingga merata dan menjadi agak sedikit basah.

Lalu saring terigu tersebut hingga menjadi butiran-butiran halus dan goreng menjadi bentuk bulat seperti kulit lumpia.

Untuk isi kulit, siapkan kelapa parut dan gula merah secukupnya yang sudah dicairkan, lalu campurkan dan goreng di atas wadah hingga kelapa mengering. Jika semua sudah siap, gulung memanjang kulit rangai beserta isi kelapa, dan kue rangai siap dinikmati.

"Selamat mencoba..!".(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved