BangkaPos/
Home »

Video

Video

Penelusuran Pembalakan Liar di Hutan Gunung Duren Beltim, Pohon Jenis Meranti Terancam Habis

Gunung Duren Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur memiliki hutan belantara sangat luas.

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Gunung Duren Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur memiliki hutan belantara sangat luas. Terdapat berbagai jenis pohon besar dan berumur ratusan tahun.

Hutan rimba itu memiliki luasan hingga puluhan ribu hektar. 

Belakangan ini, hutan yang berstatus hutan lindung dan hutan produksi ini marak dirambah pembalakan liar.

Hal itu diketahui setelah Tim UPTD KPHP Gunung Duren Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Pemerintah Desa Lilangan, dan Juru Kunci Hutan Gunung Duren, menelusuri hutan tersebut.

Pantauan posbelitung.co.id di lokasi puluhan pohon berukuran besar terlihat sudah tumbang terpotong dalam bentuk balok  dan  kayu olahan berbentuk papan. 

"Ini baru, bau kayu nya saja masih segar, aku rase terakhir mereka kesini semalam, jejak motor bekas narik kayu juga masih bagus," kata Kamal (70), Juru Kunci Gunung Duren ketika berbincang dengan Pos Belitung, Minggu (15/4/2018.

Diduga perambahan hutan secara liar ini, telah dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab sekitar tiga hingga empat bulan belakang. Penebangan liar tersebut, dilakukan oleh pembalak hutan dari sore hingga malam hari.

"Itu lah biasanya, aku kan rutin masuk ke hutan ini dari dulu. Ini baru sekitar segitu lah (tiga hingga empat bulan), selama ini tidak ada, yang neratas (nebas) lalang - lalang disini juga kami inilah," ucap warga Desa Lilangan ini.

Pohon yang dibalak tersebut, mayoritas pohon meranti. Pohon itu merupakan pohon yang sudah ditanam oleh zaman penjajahan belanda dulu, dan turun temurun dijaga oleh masyarakat sekitar agar tidak habis. Sebab pohon berukuran besar ini, menjadi daya serap air sangat kuat buat menjaga Pulau Belitung.

"Tinggal ini lah hutan yang luas, kalau ini terus dilakukan pembalakan liar, ya kami sudah tidak tau lagi. Karena daya serap air paling besar, ya di hutan Gunung Duren," ujarnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help