BangkaPos/

Biaya Haji 2018 Sudah Bisa Dilunasi, Ditunggu Hingga 4 Mei

Pelunasan biaya haji jemaah reguler 1439 H sudah bisa dilakukan sejak Senin (16/4/2018) kemarin

Biaya Haji 2018 Sudah Bisa Dilunasi, Ditunggu Hingga 4 Mei
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Kepala Seksi Pendaftaran Dokumen dan Informasi Haji Kemenag Babel Netty Sulastri 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Pelunasan biaya haji jemaah reguler 1439 H sudah bisa dilakukan sejak Senin (16/4/2018) kemarin.

Ini menyusul terbitnya Keputusan Presiden nomor 7 tahun 2018 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Keputusan Menteri Agama nomor 220 tahun 2018 tentang pembayaran BPIH Reguler dan Keputusan Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umroh nomor 148 tahun 2018 tentang petunjuk pelaksanaan pembayaran BPIH Reguler tahun 2018.

Masa pelunasan pembayaran BPIHI tahap pertama ini akan berlangsung hingga 4 Mei 2018.

Demikian disampaikan ‎ Kepala Seksi Pendaftaran Dokumen dan Informasi Haji Kemenag Babel Netty Sulastri ‎ditemui Bangka Pos di ruang kerjanya, Senin (16/4/2018)

Masa pelunasan ini, kata Netty, juga telah diinformasikan ke bank-bank tempat jemaah mendaftar dan menyerahkan setoran awal ibadah haji mereka. ‎"Jadi pelunasan pembayaran biaya penyelenggaraan haji reguler di Babel ini sudah bisa dimulai," ujar Netty.

Sekedar informasi, jamaah haji tahun ini telah menyetor Rp 25 juta. Adapun total BPIH tahun ini adalah Rp 33.529.675.

Sisa tersebutlah yang belum dilunasi inilah dan akan ditunggu hingga 4 Mei 2018 (tahap pertama).

Netty menuturkan, pelunasan jemaah haji bisa dipantau dari link Siskohat. Dari sana akan terlihat persentase jamaah haji yang telah melakukan pelunasan dan belum.

"Batas akhir tahap pertama ini adalah 4 Mei 2018," kata Netty.

Adapun pelunasan tahap kedua akan dimulai pada rentang 16 Mei-25 Mei 2018. Tahapan kedua ini bisa digunakan oleh calon jamaah dengan sejumlah kriteria.

Seperti karena tak bisa melunasi biaya haji tahap pertama akibat ada gangguan jaringan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), kesalahan sistem Siskohat, sulit dihubungi pada tahap pertama, dan belum atau sedang melaksanakan tes kesehatan tahap dua.

Kriteria lainnya yang bisa membayar pelunasan pada tahap dua adalah jamaah haji yang telah masuk kuota tapi statusnya sudah haji (sudah lebih dari satu kali berangkat haji), jamaah haji pendamping bagi jamaah lanjut usia, hingga jamaah cadangan.

"Kuota haji Babel ini 1061, sebanyak 5 persen di antaranya di bawah urutan tersebut masuk sebagai jamaah cadangan. Jika dari 1061 itu ada yang tidak melunasi, maka peruntukannya untuk jamaah dengan sejumlah kriteria seperti kendala sistem, sudah haji (2 kali), usia lanjut, suami-isteri terpisah, terakhir jamaah cadangan ,"‎ kata Netty.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help