BangkaPos/

DPRD Bateng Tagih Janji Ibnu Saleh, 1 juta Bibit Lada dan 2.000 Lapangan Kerja

Wakil 1 DPRD Bangka Tengah Syamsu Khariril mengatakan masalah masih minimnya lowongan kerja di Bangka Tengah ini juga masuk dalam program

DPRD Bateng Tagih Janji Ibnu Saleh, 1 juta Bibit Lada dan 2.000 Lapangan Kerja
Bangka Pos / Riki Pratama
Wakil Ketua DPRD Bateng, Syamsul Khairil 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Wakil 1 DPRD Bangka Tengah Syamsu Khariril mengatakan masalah masih minimnya lowongan kerja di Bangka Tengah ini juga masuk dalam program Bupati Bateng yang ingin mencipatakan lapangan pekerjaan pada saat baru menjabat.

Dimana menurutnya saat itu, cara yang mereka tempuh dengan menyiapkan bibit lada sebanyak satu juta untuk 2000 tenaga kerja, namun menurut Syamsu kebijakan itu harus kembali di evaluasi, karena banyak lulusan pendidikan menengah atas atau S1 yang enggan dipaksa untuk menanam lada dikebun.

"Waktu itu menyebutkan akan menciptakan lapangan pekerjaan, pernyataan Bupati Ibnu saat itu di Paripurna bahwa pemerintah sudah menyiapkan bibit lada sebanyak Rp 1 juta untuk 2.000 tenaga kerja sekarang bibit di berikan ditanam masyarakat sepenuhnya atau tidak, apalagi harga lada jauh merosot saat ini dan ditambah penyakit kuning tidak ada hentinya," jelas Syamsu kepada wartawan, Senin (16/4/2018). 

Menurut Syamsu program yang diajukan itu perlu dilakukan evaluasi oleh pimpinan daerah, melihat bagaimana cara membuka dan menambah lowongan pekerjaan di Bangka Tengah yang tengah sulit sulitnya saat ini.

 "Kita lihat masih banyak pengangguran, mana bukti perkebunan yang menanam lada tadi,  saya rasa program itu perlu di evaluasi lagi, karena melihat harga lada yang sangat merosot saat ini, belum ditambah biaya produksi lebih tinggi dari harga jual, "ujar politisi PDIP ini

Menurut Syamsu yang perlu dilakukan pemerintah daerah ialah dengan mencari sebanyak banyaknya investor ke daerah Bangka Tengah, agar mereka membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Yang perlu itu mendatangkan investor, untuk membuat pabrik misalnya, karena di kita ini banyak hasil dari kebun karet, banyak produksi karet , tetapi tidak ada pabriknya, yang ada hanya di Kabupaten Bangka, setelah itu banyak bahan kebun lainya yang keluar dan tidak lagi dikelolah di Bangka Tengah," lanjutnya.

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help