Kesra Babel Terkendala Dana untuk TPHD

Tim Pemandu‎ Haji Daerah (TPHD) dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk ‎dalam kuota haji reguler

Kesra Babel Terkendala Dana untuk TPHD
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Kepala Seksi Pendaftaran Dokumen dan Informasi Haji Kemenag Babel Netty Sulastri 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kepala Seksie (Kasie) Pendaftaran Dokumen dan Informasi Haji Kemenag Babel Netty Sulastri ‎ menuturkan,‎ Tim Pemandu‎ Haji Daerah (TPHD) masuk ‎dalam kuota haji reguler.

Tahun ini, berdasarkan Keputusan Presiden nomor 7 Tahun 2018, besaran Biaya Penyelenggaraan Haji (BPIH) untuk embarkasi Palembang (Babel masuk di dalamnya) adalah sebesar Rp 61.236.520, dan biayanya ditanggung oleh Pemprov Babel.

Netty mengatakan, TPHD juga sudah bisa melunasi BPIH-nya. Namun, informasi yang pihaknya terima, TPHD Babel memiliki kendala terkait dana di tengah seleksinya yang sedang berlangsung.

"Total kuota TPHD kita delapan orang, tapi menurut informasi, hanya bisa tujuh karena ada ‎kendala dana," kata Netty kepada Bangka Pos, Senin (16/4/2018).

Terpisah, ‎ Kepala Biro Kesra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Asyraf Suryadin mengatakan, saat ini tahapan seleksi TPHD sedang berjalan.

Pada pekan ini, tahapan masuk pada tahapan wawancara yang sebelumnya didahului dengan tes tertulis dan psikotes di Rumah Sakit Jiwa.

Asyraf memang mengakui bahwa pihaknya terkendala dana untuk TPHD sehingga ‎harus menyesuaikan kuota TPHD tahun ini.

"Rencana awal demikian (bawa 7 TPHD), tetapi berdasarkan Kepres itu ada kenaikan ongkos haji melalui TPHD sehingga menyesuaikan antara kuota yang ditetapkan dnegan dana yang tersedia," kata Asyraf dikonfimasi Bangka Pos, Senin (16/8/2018)

Lelaki yang juga menjabat sebagai Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Pangkalpinang ini menjelaskan awal mula munculnya kendala dana. Ini berpangkal dari adanya kenaikan BPIH untuk TPHD tahun ini yang sebesar Rp 61.236.520‎,-.

Adapun pihaknya menganggarkan biaya TPHD sekitar Rp 50-an juta per orang berdasarkan BPIH 2017. Akibatnya dana untuk TPHD-pun menjadi kurang.

Asyraf menuturkan, ada sejumlah opsi yang mereka rencanakan terkait kendala dana ini. Opsi tersbeut misalnya mengurangi kegiatan bimtek untuk TPHD atau menurunkan kuota-nya hingga menjadi 6 TPHD saja.

"Soalnya yang kami anggarkan itu Rp 50-an juta (per Orang). Itukan dianggarkan berdasarkan biaya TPHD tahun lalu. Belum ada keputusan, apakah 7 atau 6 (TPHD). Kami akan menyesuaikan nanti," kata dia.

Untuk diketahui, Asyraf menjelaskan,berdasarkan ketentuan, TPHD dijatah sebanyak tiga orang TPHD per kelompok terbang alias kloter (450 kursi). Jamaah Haji Babel yang berjumlah 1061 orang dihitung berjumlah 2 kloter setengah sehingga total TPHD untuk Babel diperkirakan 7-8 orang. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help