Konsumsi Timah Dunia Meningkat Menambah Kontribusi PT Timah Terhadap Negara

Kebutuhan dan konsumsi logam timah dunia semakin meningkat. Berdasarkan data International Tm Association (lTA) terjadi peningkatan 3,2 persen

Konsumsi Timah Dunia Meningkat Menambah Kontribusi PT Timah Terhadap Negara
Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka
Foto bersama pimpinan dan jajaran PT Timah pada kegiatan RUPS 2018 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kebutuhan dan konsumsi logam timah dunia semakin meningkat. Berdasarkan data International Tm Association (lTA) terjadi peningkatan 3,2 persen. Hal itu disampaikan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Senin (16/4/2018).

Data tersebut mencerminkan penggunaan logam timah tidak hanya digunakan untuk elektronik dan tin plate. Melainkan, dikembangkan dalam pembuatan batere lithium.

Lalu, penggunaan komponen industri dan otomotif, PVC stabilizer lebih ramah lingkungan, dan lain sebagainya.

"Seiring penggunaan timah yang terus berkembang, maka kebutuhan timah dunia pun diproyeksikan akan ikut meningkat sehingga industri pertimahan di tanah air dapat terus tumbuh dan berkembang," ujar Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani

Tidak hanya bersifat sebagai suplayer Timah mentah, PT Timah Tbk juga mengembangkan Induatri hilir sejak 1998 lalu. Melalui entitas anak yang dimiliki secara langsung yaitu PT Timah Industri tengah hasil produksi tin chemical dan tin solder. Sebagai bentuk implementasi strategi pengembangan bisnis hilir timah.

Perseroan menandatangani kerjasama strategis dengan Yunnan Tin Group selaku produsen timah terbesar dunia dalam memasarkan produk hilir. Upaya tersebut membuat penjualan tin chemical dan tin solder mengalami peningkatan signifikan.

Peningkatan pendapatan timah tentu memberikan kontribusi terhadap negara. Terutama kinerja Perseroan menambah nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Kontribusi berupa pajak meningkat 120 persen yaitu sebesar Rp 409 miliar. Pada tahun lalu, Rp185 miliar dan royalti naik sebesar 52 persen atau sebesar Rp 263 miliar dari tahun sebelumya sebesar Rp173 miliar.

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help