BangkaPos/

Susahnya Cari Pekerjaan di Koba, Eko Sampai Bilang Begini

Lulusan sekolah dari berbagai pendidikan di Bangka Tengah bertambah pada tiap tahunya, sementara lapangan pekerjaan yang tersedia

Susahnya Cari Pekerjaan di Koba, Eko Sampai Bilang Begini
bangka pos/riki
Bundaran Koba, yang terdapat di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Lulusan sekolah dari berbagai pendidikan di Bangka Tengah bertambah pada tiap tahunya, sementara lapangan pekerjaan yang tersedia di Bangka Tengah saat ini sangat minim, sehingga setiap tahunya banyak lulusan sekolah SMA bahkan S1 harus menganggur karena tak mendapatkan peluang pekerjaan.

Hal itu pula yang dialami oleh Eko (28) warga Koba, Kabupaten Bangka Tengah dirinya mengaku telah banyak melegalisir ijazahnya untuk mencari pekerjaan, namun hingga habis fotokopi legalisir ijazah dirinya tidak kunjung mendapatkan panggilan untuk bekerja.

"Sudah banyak ijazah yang saya legalisir, dari mulai lulus kuliah, namun sampai saat ini saya tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, ia merasa di Bangka Tengah maupun di Pangkalpinang sangat susah mencari lapangan pekerjaan," jelas Eko kepada wartawan, Senin (16/4/2018)

Eko menambahkan bahwa, sudah lima tahun dirinya menganggur, dari perusahaan kecil hingga besar pernah ia masukkan lamaranya, namun sayangnya tidak membuahkan hasilnya.

"Saat ini lebih banyaknya lulusan, dari pada lapangan pekerjaan, itu yang saya rasakan, sehingga tingkat pengangguran di wilayah ini banyak tiap tahunya,"jelasnya

Menurut, Eko terlebih kondisi paska tutupnya perusahaan timah terbesar di Bangka Tengah yaitu PT Kobatin, sehingga membuat perekonomian di Koba lesu, selain itu banyak perusahaan yang dulunya bermuara pada Kobatin harus tutup dan banyak memberhentikan tenaga kerjanya.

"Jadi saat ini harapanya hanya ada di pemerintah yang bisa mengakomodir para pencari kerja, namun itu juga tidak sebanding dengan banyaknya para pencari kerja. Sehingga perlu adanya investor atau perusahaan yang bisa membangun usahanya di Bateng, agar membuka peluang untuk para pencari kerja saat ini,"harapnya

Ia juga merasa, apabila pengangguran banyak tidak tertampung di Bangka Tengah akan menyebabkan meningkatan tindakan kriminalistas.

"Semoga seluruh pihak terkait, bisa memperhatiakan nasip pemuda pemudi di sini, karena selain lulusan kuliah banyak mengaanghur juga lulus SMA di Kabupaten Bangka Tengah susah mencari kerja,"jelas pria yang lulusan salah satu perguruan tinggi di Babel ini

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help