Wakil Bupati Belitung Timur Minta Pembalakan Liar Ditindak Tegas

Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanuddin (Aan), menyoroti tentang pembalakan pohon dikawasan Hutan Produksi (HP) Gunung Duren

Wakil Bupati Belitung Timur Minta Pembalakan Liar Ditindak Tegas
Bangka Pos / Disa Aryandi
Pembalakan Pohon Meranti, Jumat (13/4) di kawasan HP Gunung Duren, Desa Lilangan, Kecamatan Gantung. 

Perambahan hutan secara liar ini, bagian dari tindak pidana ilegal logging. Puluhan pohon berukuran besar tersebut ditebang secara liar menggunakan mesin dan dijadikan papan.

Terlihat berbagai pohon berukuran besar telah dirambah secara liar. Perambahan tersebut terbilang sudah berlangsung sejak lama. Namun sebagian lagi ada yang baru sekitar dua atau tiga hari dirambah.

Itu terlihat dari potongan kayu dan umbang yang ada diatas tanah tersebut masih segar dan berbau. Potongan pohon yang ada dihutan tersebut, sebagian sudah berbentuk papan dan sebagian lagi berbentuk balok serta telah menjadi papan bekas potongan.

"Ini baru, bau kayu nya saja masih segar, aku rase terakhir mereka kesini semalam, jejak motor bekas narik kayu juga masih bagus," kata Kamal (70), Juru Kunci Gunung Duren ketika berbincang dengan dilokasi perambahan hutan.

Diduga perambahan hutan secara liar ini, telah dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab sekitar tiga hingga empat bulan belakang. Penebangan liar tersebut, dilakukan oleh pembalak hutan dari sore hingga malam hari.

"Itu lah biasanya, aku kan rutin masuk ke hutan ini dari dulu. Ini baru sekitar segitu lah (tiga hingga empat bulan), selama ini tidak ada, yang neratas (nebas) lalang - lalang disini juga kami inilah," ucap warga Desa Lilangan ini.

Pohon yang dibalak tersebut, mayoritas pohon meranti. Pohon itu merupakan pohon yang sudah ditanam oleh zaman penjajahan belanda dulu, dan turun temurun dijaga oleh masyarakat sekitar agar tidak habis. Sebab pohon berukuran besar ini, menjadi daya serap air sangat kuat buat menjaga Pulau Belitung.

"Tinggal ini lah hutan yang luas, kalau ini terus dilakukan pembalakan liar, ya kami sudah tidak tau lagi. Karena daya serap air paling besar, ya di hutan Gunung Duren," ujarnya.(*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help