Walhi Ajak Masyarakat Bongkar Oknum Bekingi Tambang di DAS Baturusa

Direktur Walhi Babel Ratno Budi mengakui adanya penambangan timah ilegal di DAS Baturusa, bahkan disebut-sebut diduga adanya permainan oknum aparat

Walhi Ajak Masyarakat Bongkar Oknum Bekingi Tambang di  DAS Baturusa
Ist
Direktur Walhi Babel Ratno Budi 

Ditegaskanya, implikasinya besar bukan hanya pada kelompok yang mendapat manfaat dari aktivitas ilegal ini tetapi yang lebih besarnya adalah resiko ke depannya ancaman bencana sehingga perlu diselesaikan secara bersama.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 mengenai pertambangan mineral dan batubara semua aktivitas ilegal mining itu ada sanksi pidana dan sanksi perdata.

"Kita sadar ini ada sanksi hukum tetapi prakteknya nyatanya di lapangan tidak dijalankan," sesal Uday.

Selama ini yang menjadi sasaran penegakan hukum mendapat sanksinya adalah masyarakat atau para pekerja tambangnya.

Padahal putaran lingkaran penambangan timah ini mata rantainya panjang mulai dari tambang rakyat, lalu ke kolektor kemudian dipasok ke smelter, tidak hanya pekerja tambang saja tetapi juga termasuk perusahaan yang terbukti membeli timah dari sumber-sumber yang tidak legal.

Dijelaskan Uday, bahwa aktivitas illegal mining itu banyak sekali definisinya, misalnya terbukti menambang di kawasan di luar konsesi, terbukti menambang di kawasan hutan atau sungai, atau terbukti tidak membayar pajak maupun aktivitas illegal mining dan yang paling ekstrim adalah adanya upaya koordinasi antara institusi penegak hukum oknum dengan kelompok-kelompok penambang ilegal.

"Menurut kami ini bagian dari aktivitas ilegal mining malahan kalau ada orang yang bermain di situ dia bisa kena pasal berlapis bisa penyalahgunaan wewenang, kena pasal suap, tipikor maupun undang-undang lingkungan hidup soal pengelolaan dan perlindungan hidup sampai dengan pas illegal mining dan minerba. Ini harus dilewati oleh siapapun yang terlibat dalam aktivitas illegal mining termasuk yang membekingi," tegas Uday.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help