Kisah Nelayan Pangkalraya, Mencari Udang dan Ikan Ditengah Habitat Buaya

bertemu buaya ketika menebar jaring di Sungaiselan adalah sesuatu yang lumrah, tidak ada lagi rasa takut meski

Kisah Nelayan Pangkalraya, Mencari Udang dan Ikan Ditengah Habitat Buaya
Bangkapos/Adinda Rizki Amanda
Muhammad Muhiddin saat memperbaiki jaringan dikediaman rumahnya 

Laporan Wartawan Bangka Pos Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Muhammad Muhiddin (18) di usia mudanya putus sekolah mencari Udang dipinggir sungai Pangkalraya.

Jika menjelang sore ia sudah mulai bersama teman-temannya menebar jaring dipinggiran sungai belakang rumahnya, Selasa (17/4/2018).

Tak ada pengaman yang melekat ditubuh, meski bahaya selalu mengintainya di sebrang sungai. 

Muhiddin panggilan akrabnya sehari hari adalah seorang nelayan, jika tidak ada ikan maka udanglah yang menjadi tangkapannya.

Bahayanya predator buas di pinggir sungai terus memantaunya.

Muhammad Muhiddin mengungkapkan bertemu buaya ketika menebar jaring di Sungaiselan adalah sesuatu yang lumrah, tidak ada lagi rasa takut meski bertemu buaya di seberang sungai tempatnya mencari udang Gala.

"Kami sering bertemu buaya di seberang sungai, kadang ia sedang berenang kadang ia sedang berjemur" ungkapnya saat memperbaiki jaring-jaringnya.

Muhiddin mengaku ia dan teman-temannya pernah bertemu dengan buaya dalam jarak 5 meter.

"Kalo sudah dekat begitu saya dan teman-teman akan lari menunggu buayanya pergi terlebih dahulu" tutur Muhiddin.

Selama musim udang galah tiba, maka hasil tangkapan pun berlimpah, ia dan teman-temannya bisa mengumpulkan puluhan kilo udang dalam sehari.

Namun jika belum musim tangkapan udang hanya bisa mencapai 3 sampai 4 kg banyaknya.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved