Kesulitan Jual Hasil Panen Singkong, Koptan Dari Mentok Berharap PT BAA Bisa Beroperasi

Mereka menyampaikan keluhannya terkait tidak beroperasionalnya PT BAA. Kondisi ini menurut Ketua Kelompok

Kesulitan Jual Hasil Panen Singkong, Koptan Dari Mentok Berharap PT BAA Bisa Beroperasi
Bangkapos/Nurhayati
Kelompok Tani Mentok Berkah Agrindo dari Mentok Bangka Barat, yang diwakili Safari, Ferri dan Bati, Rabu (18/4/2018) saat menyampaikan aspirasi mereka kepada Manager Humas dan Marketing PT BAA Sulaiman. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kelompok Tani Mentok Berkah Agrindo dari Mentok Bangka Barat, yang diwakili Safari, Ferri dan Bati, Rabu (18/4/2018) mendatangi PT Bangka Asindo Agri (BAA). 

Mereka menyampaikan keluhannya terkait tidak beroperasionalnya PT BAA

Kondisi ini menurut Ketua Kelompok Tani Mentok Berkah Agrindo, Safari, membuat mereka harus menjual singkong kasesa hasil panennya ke perusahaan tapioka lain.

Namun mereka menyesalkan karena mendapatkan potongan.

"Kalau  di PT BAA kami hanya mendapatkan potongan bisa di bawah 10 persen," ungkap Safari.

Diakuinya total lahan yang kelompok tani binaannya seluas 150 hektar.

Saat ini koptan mereka sudah melakukan panen kurang lebih seluas 20 hektar tetapi seluas 1 hektar mengalami kegagalan dan 10 hektar yang masih masa panen dan selebihnya belum ditanami.

Mereka berharap PT BAA segera operasional kembali mengingat sudah melakukan perjanjian yang kedua belak pihak yang harus menyelesaikannya .

"Untuk di daerah Mentok bisa ditanam ubi kasesa sebanyak ratusan hektar, tetapi yang dikhawatirkan kami penjualan nantinya tidak lancar seperti kendala yang kami alami saat ini," keluh Safari.

Menanggapi aspirasi kelompok tani tersebut, Manager Humas dan Marketing PT BAA Sulaiman menjelaskan pihaknya terus berusaha menangani limbah yang menyebabkan pabrik harus ditutup sementara.

Pihaknya berusaha secepatnya bisa melakukan operasional kembali. 

"Saat ini proses pengolahan limbahnya sudah dalam proses akhir," kata Sulaiman.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help