Negaranya Jadi Ajang Uji Coba Senjata Baru Amerika dan Sekutunya, Rakyat Suriah Menderita

Selain melawan Amerika, pemerintahan Bashar al-Assad juga masih harus berperang dengan pemberontak ISIS di dalam negaranya.

Negaranya Jadi Ajang Uji Coba Senjata Baru Amerika dan Sekutunya, Rakyat Suriah Menderita
Anadolu Agency via Middle East Monitor
Warga sipil melarikan diri dari lokasi ledakan setelah pasukan rezim Assad, di kota Ein Tarma di wilayah Ghouta Timur, Suriah pada 22 Agustus, 2017. 

BANGKAPOS.COM - Serangan Amerika Serikat dan sekutunya ke Suriah beralaskan tentang penggunaan senjata kimia rezim Bashar al-Assad.

Serangan ini tentunya membuat posisi Suriah terjepit.

Selain melawan Amerika, pemerintahan Bashar al-Assad juga masih harus berperang dengan pemberontak ISIS di dalam negaranya.

Keadaan menjadi semakin runyam ketika Rusia ikut campur dan mendukung Presiden Suriah untuk tetap berkuasa.

Baca: Negara-negara Arab Tak Bahas Serangan Rudal AS dan Sekutunya ke Suriah

Suriah merana, negara itu digempur dari luar dan dalam, parahnya lagi baik Amerika dan Rusia membawa senjata-senjata baru untuk diujicobakan di medan pembunuhan massal bernama Suriah.

Tercatat Amerika Serikat dan sekutunya sudah meluncurkan lebih dari 105 Rudal Tomahawak untuk melalap sasaran-sasaran strategis di daratan Suriah.

Namun bukan hanya Tomahawak saja yang digunakan untuk menjagal tentara Assad maupun rakyat Suriah tak berdosa.

Baca: Dewan Keamanan PBB Tolak Seruan Rusia Agar AS dan Sekutunya Dihukum Karena Serang Suriah

Masih ada rudal-rudal baru pembawa maut yang hendak diuji coba di Suriah demi mendapat cap battle proven, diantaranya adalah :

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help