Soal Penambangan Timah, Nelayan Batu Dinding Belinyu Sampaikan Tiga Keluhan Ini

Keluhan ini mencuat ketika Satbinmas Polres Bangka menggelar acara Forum Groups Discutions (FGD) di

Soal Penambangan Timah, Nelayan Batu Dinding Belinyu Sampaikan Tiga Keluhan Ini
Istimewa
Suasana saat nelayan menyampaikan aspirasi di acara FGD Polres Bangka di Pantai Batu Dinding Belinyu Bangka, Rabu (18/4/2018). 

"Nelayan disini (Belinyu) merasa dizhalimi dan mereka mengaku berkali-kali telah melakukan pelaporan ke pihak berwenang agar bisa menyelesaikannya," katanya.

Keluhan kedua dalam FGD, nelayan mengaku resah akibat penambangan timah dan kapal isap yang beroperasi sejak Tahun 2006.

Mereka juga menyebut hutan di beberapa desa seperti  Desa Beruas,Tuik, dan Pusuk, yang hancur akibat tambang ilegal. 

"Aspirasi ketiga yang disampaikan nelayan saat acara FGD, bahwa mereka  merasa sangat terganggu dengan sampah-sampah dari kapal penambang yaitu berupa besi-besi dan lainnya. Akibat dari limbah itu membuat jaring-jaring penangkap ikan mereka rusak," kata Sophian masih mengutip, keluhan nelayan.

Sementara itu, diharapkan hasil yang dicapai dari kegiatan FGD tersebut agar Polri dapat mendekatkan diri kepada Tomas, khususnya masyarakat Nelayan Batu Dinding Kelurahan Mantung Belinyu.

"Diharapkan juga FGD dapat meningkatkan citra Polri di tengah masyarakat, menampung aspirasi para nelayan, terciptanya situasi kondusif aman dan terkendali," katanya.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved