Video : Tonton 'Sidang Perkara Ini Memancing Massa, Begini Suasananya'

Walau ruang sidang sempat "dikepung" massa pendukung para terdakwa, namun sidang dapat dilaksanakan

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sidang perkara pembakaran ponton tambang ilegal di Perairan Pantai Pasir Kuning Tempilang Babar dan sekitarnya, 10 Desember 2017 lalu berjalan lancar.

Walau ruang sidang sempat "dikepung" massa pendukung para terdakwa, namun sidang dapat dilaksanakan sesuai prosedur di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Rabu (18/4/2018).

Perkara ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim PN Sungailiat, Jonson Parancis, didampingi dua anggota, Benny Yoga Dharma dan R Narendra Mohni, sebagai anggota majelis.

Sedangkan bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU), Cahya. Enam orang Terdakwa yang diadili, masing-masing Tohri, Angga, Santo Kusuma Atmaja, Tomi Priyadi, Saman Tukap dan Saudi.

Para terdakwa masing-masing didampingi oleh Pengacara (PH) Suparwan dan LBH Budiana Rachmawati, dalam penangan terdakwa yang berbeda.

Perkara disusun dalam dua berkas, perkara pertama Nomor 199 atas nama Terdakwa  Tohri dan Angga. Sedangkan perkara kedua, nomor 200, empat terdakwa  lainnya.

"Bahwa Terdakwa Angga dan Tohri telah melakukan perbuatan membakar dan mengakibatkan kerusakan barang, dengan cara 
menuju ponton TI apung dan juga Terdakwa Tohri, lalu menyalahkan bensin (dengan api)," kata JPU Kejati Babel, Cahya membacakan awal surat dakwaan di persidangan, Rabu (18/4/2018).

Jaksa juga menyebut, keempat terdakwa lainnya, berulah sama, ikut serta atau terlibat dalam kerusuhan atau pembakaran ponton yang dimaksud sehingga dianggap melanggar hukum.

Ketua PN Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas II, R Narendra Mohni ditemui Bangka Pos Groups, usai sidang, Rabu (18/4/2018) petang, menjelaskan, agenda sidang sebatas pembacaan surat dakwaan oleh JPU.

Sedangkan agenda selanjutnya, pekan depan, telah disepakti bersama, langsung memasuki pada agenda pemeriksaan saksi. 

"Saat sidang, dakwaan pertama mengenai Pasal 187 KUHP mengenai pembakaran terhadap barang, atau (dakwaan alteatif) ke Pasal 170 Ayat 1 KUHP, yaitu bersama-sama melakukan pengrusakan terhadap barang, kemudian ke Pasal 406 KUHP  dan Pasal 160 KUHP, menghasut orang lain di muka umum melakukan perbuatan pidana," kata Narendra.

Sementara itu, massa yang datang ke PN Sungailiat terbilang tertib. Mereka hanya memantau proses sidang, dan tidak melakukan yel-yel atau tindakan brutal.

"Alhamdulillah proses sidang berjalan lancar, berkat bantuan pak polisi yang telah melakukan pengamanan," tambah Narendra.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved