Pidsus Kejati Babel Jadwal Ulang Pemeriksaan Saksi RTH, Ini Alasannya

Iya tapi bapak (dia--red) minta diundur karena ada rapat persiapan pertemuan malasyia, Indonesia dan Thailand

Pidsus Kejati Babel Jadwal Ulang Pemeriksaan Saksi RTH, Ini Alasannya
Bangka Pos / Ryan Augusta
Ruang pintu masuk Pidsus Kejati Babel tertera pamplet jargon anti korupsi. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) akhirnya terpaksa menunda pemeriksaan terhadap M Rivai sebagai saksi dalam perkara kasus dugaan jual-beli lahan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang.

Pasalnya saksi (M Rivai) beralasan jika dirinya tak bisa memenuhi panggilan penyidik Pidsus Kejati Babel, Kamis (19/4/2018) lantaran ia ada kegiatan di luar daerah, sehingga jadwal pemeriksaan terhadap saksi (M Rivai) dijadwal ulang oleh penyidik.

"Ia (M Rivai--red) minta pemeriksaan dijadwal ulang," kata Kasi Penyidik Pidsus Kejati Babel, Wilman SH Kamis (19/4/2018).

Sebelumnya, M Rivai yang kini menjabat selaku kepala Dinas Pariwisata provinsi Babel sempat dikonfirmasi terkait kabar menyebutkan jika dirinya, Kamis (19/4/2018) bakal menjalani pemeriksaan terkait perkara kasus lahan RTH Jerambah Gantung, Gabek, Pangkalpinang.

Namun M Rivai tak menampik soal kabar tersebut.

"Iya tapi bapak (dia--red) minta diundur karena ada rapat persiapan pertemuan malasyia, Indonesia dan Thailand growth triangle di Palembang," kata M Rivai dalam pesan elektronik/WhatsApp (WA) yang diterima bangkapos.com, Kamis (19/4/2018) siang.

Sebagaimana berita yang pernah dilansir bangkapos.com sebelumnya menyebutkan terkait perkara lahan RTH penyidik Pidsus Kejati Babel pun sempat memeriksa mantan Lurah Selindung, Efendi Ali ternasuk seorang PNS asal intansi DPU Kota Pangkalpinang, Ikhwanto, Selasa (17/4/2018).

Sementara penasihat hukum atau pengacara Efendi Ali (EA), Dirzi SH menilai perkara kasus lahan di kawasan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang saat ini dilidik pihak Kejaksaan Tinggi provinsi kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) justru tidak ada indikasi negara dirugikan.

"Ini kan baru dugaan ya atau abu-abu ya dan tuduhanya kan tipikor. Nah kalau nanti itu tidak ada bukti mau gimana lagi," kata Dirzi di hadapan wartawan di sela-sela usai mendampingi kliennya (EA) diperika penyidik Pidsus Kejati Babel, Selasa(17/4/2018) siang.

Saat disinggung perihal surat tanah diduga buntut adanya transaksi jual-beli lahan di lingkungan Jerambah Gantung itu dikeluarkan oleh EA saat ia masih menjabat selaku Lurah Selindung justru dibantah olehnya.

"Itu harus dibuktikan dulu benar atau tidak ya. Kalau kita lihat di situ (Pidsus Kejati Babel--red) hanya berupa kopian saja. Nah kalau memang ditemukan ada kerugian negara ya balikan saja kerugian itu," terangnya.(*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved