Advertorial

KEIN Bantu Wujudkan Kejayaan Lada Babel

Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) bertandang ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk membantu mengembalikan kejayaan lada

KEIN Bantu Wujudkan Kejayaan Lada Babel
Bangka Pos / Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM--Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) bertandang ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk membantu mengembalikan kejayaan lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki brand Muntok White Pepper.

Ketua Kelompok Kerja Pangan, Industri, Pertanian dan Kehutanan KEIN, Benny Pasaribu bersama tim mengunjungi kebun lada di Bangka dan Belitung untuk melihat perkebunan lada, kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan lada di Babel.

Gubernur Kepualauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman antusias dan bersyukur atas kehadiran KEIN yang diutus Presiden mendatangi Babel.

Ia menyampaikan keunggulan lada di Babel yang memiliki tingkat kepedasan 6-7 persen yang berbeda dengan provinsi maupun negara lain.

"Saya senang dan berbangga KEIN bisa datang kesini, kami minta ada suatu kebijakan nantinya terhadap lada kita. Lada kita ini memiliki tingkat kepedasan yang tinggi berbeda dengan Kalimantan atau Makasar yang hanya 2,9-3 persen seperti Vietnam, sedangkan kita memiliki tingkat kepedasan ssmpai 6-7 persen," kata Erzaldi dalam pertemuan bersama KEIN di Ruang Rapat Tanjungpendam, Kamis (19/4).

Erzaldi membeberkan, masih ada beberapa persoalan yang dihadapi pemerintah provinsi seperti soal bibit dan pengairan kebun lada warga saat musim panas. Selain itu, soal produktivitas lada di Babel yang belum tinggi.

"Lada Vietnam itu bisa 2-3 ton/hektare, sedangkan lada Babel baru 400-500 kg. Saya bersyukur perhatian pemerintah pusat soal lada mendapatkan bantuan bibit lada, tahun ini kita sudah melelang 3,2 juta bibit ditambah Insya Allah 5,2 juta bibit. Tahun depan 6 juta bibit yang luasannya sekitar 3.800 hektare," katanya.

Ia mencontohkan, Vietnam tidak lagi mengejar harga, namun mengencangkan produktivitas. Menurutnya, pemerintah provinsi saat ini sudah mengembangkan resi gudang.

"Kita sekarang sudah mulai menggerakkan sistem resi gudang, tapi ini belum bisa kita lakukan optimal karena perlu sosialisasi yang tinggi. Resi gudang ini tidak cukup satu, jadi dimana-mana ada gudangnya," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan edukasi kepada petani tentang lada baik dari pra tanam hingga pasca tanam, pasalnya saat ini penanaman lada juga harus mengembangkan teknologi dalam lada.

Halaman
12
Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved