Pabrik Tapioka Cemari Udara, Warga Kenanga Ngadu ke DPRD Babel

Warga Kenanga datang ke DPRD Babel mengadukan terkait pencemaran udara Pabrik Tapioka PT BAA yang berada di lingkungan warga.

Pabrik Tapioka Cemari Udara, Warga Kenanga Ngadu ke DPRD Babel
Bangka Pos
Warga Kenanga datang ke DPRD Babel mengadukan terkait pencemaran udara Pabrik Tapioka PT BAA yang berada di lingkungan warga. 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Perwakilan warga Kenanga, Kabupaten Bangka mendatangi DPRD Bangka Belitung, Jumat (20/4). Mereka mengadukan terkait pencemaran udara Pabrik Tapioka PT BAA yang berada di lingkungan warga.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya didampingi Wakil Ketua DPRD Babel, Dedy Yulianto. 

Hadir juga Anggota DPRD Babel Dollar dari Dapil Kabupaten Bangka, Adet Mastur dari Dapil Bangka Tengah, Tony Purnama dan Syamsuhardi dari Dapil Bangka Selatan.

Yuniotman, perwakilan warga mengatakan setahun sejak adanya pencemaran tersebut sudah mengadu kemana-mana. Tapi hingga saat ini tidak ada solusi untuk menghilangkan pencemaran udara tersebut.

“Kami sudah sampaikan ke Bupati dan DPRD Bangka, tapi tetap tidak ada solusinya. Bau semakin menyebar. Kami sudah tidak tahan lagi pak. Kami minta baunya hilang atau tutup pabriknya,” kata Yuniotman.

Maliki, perwakilan warga lainnya mengatakan mereka sudah tidak tahan lagi dengan adanya bau busuk yang berasal dari PT BAA tersebut. Bahkan saat melaksanakan salat di masjid terganggu dengan adanya bau busuk tersebut.

“Cobalah bapak cek kesana. Kadang kami salat saja bau busuknya tetap ada. Sampai salat kami terganggu dengan adanya bau busuk ini. Saat ini masih biasa, kalau kami salat pakai masker nanti khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” kata Maliki.

Warga Kenanga berharap besar, DPRD Bangka Belitung dapat memberikan solusi. Keberadaan Pabrik Tapioka PT BAA yang berada dilingkungan warga itu dapat ditutup. Karena warga sudah tidak tahan lagi setiap hari mencium bau busuk dari pabrik yang diizinkan oleh Bupati Bangka tersebut.

Mendengar keluhan warga Kenanga, Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya mengatakan akan memanggil pihak-pihak terkait, seperti BLH. Pemanggilan tersebut untuk mempertanyakan proses perizinan amdal yang sudah dikeluarkan.

“Kita tidak bisa menutup pabrik ini. Tapi kalau amdalnya bisa dicabut oleh gubernur kalau bermasalah. Makanya segera kita panggil pihak terkait mempertanyakan soal amdal PT BAA ini. Mengapa bisa dikeluarkan sementara terjadi pencemaran udara,” kata Didit Srigusjaya.

Sementara itu Dedy Yulianto mengakui kebenaran yang disampaikan oleh warga Kenanga. Bau busuk dari PT BAA memang terjadi. Bahkan dirinya sendiri setiap hari mengalaminya.

“Saya ini setiap hari lewat situ. Bau busuknya selalu ada, nggak tahan juga. Apalagi warga yang tinggal disana. Kalau seperti ini amdalnya tidak benar juga, jangan-jangan main tembak begitu saja,” ujar Dedy. (advertorial/can)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help