KPK Siapkan Dakwaan Tersangka BLBI Mantan Kepala BPPN Syarifuddin Tumenggung

KPK tengah menyusun dakwaan terhadap tersangka mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung secara intensif.

KPK Siapkan Dakwaan Tersangka BLBI Mantan Kepala BPPN Syarifuddin Tumenggung
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017). Febri Diansyah mengungkapkan bahwa KPK tengah mempertimbangkan mengambil langkah untuk memasukkan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyusun dakwaan terhadap tersangka mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung secara intensif.

Hal tersebut dilakukan lantaran penyidikan Syafruddin telah usai, dan berkas penyidikan kini telah ditangani oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk disusun dakwaanya.

"Kemarin sudah kita lakukan pelimpahan penyidik ke JPU. JPU punya waktu 14 hari untuk membuat dakwaan, JPU juga sedang intensif menyusun dakwaan tersebut. Kita punya waktu 14 hari, sehingga di awal Mei sudah bisa dilimpahkan ke Pengadilan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Kantor KPK, Jumat (20/1/2018).

Baca: KPK Ungkap Modus Petahana Lakukan Korupsi Sejak Pencalonan Pilkada

Meski demikian, Febri belum mau bicara soal pihak-pihak yang akan masuk dalam dakwaan tersebut.

"Saya belum bisa bilang pihak yang bersama, atau yang diperkaya. Tapi yang pasti ada sejumlah pihak yang sudah diperiksa tentu kita uraikan bagaimana perannya dalam proses terbitnya SKL tersebut," kata dia.

"Bolak balik berkasnya bagaimana itu siapa saja yang bertemu, bicara. Itu secara lengkap kita jelaskan konstruksi umumnya dalam dakwaan berikut perannya, sehingga kita bisa tahu kalau penerbitan SKL bukan cuma peristiwa administratif saja, tapi ada dugaan tindak pidana korupsi di sana," jelas Febri.

Baca: Hotman Paris Terbaring di Rumah Sakit, Titip Pesan Buat Jokowi dan Prabowo

April tahun lalu, sejumlah petinggi di PT Gajah Tunggal Tbk telah diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Syafruddin.

Mereka diperiksa untuk menelusuri Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang diberikan kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim. Dimana Sjamsul juga turut memiliki sejumlah saham di Gajah Tunggal.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help