Vonis Dianggap Terlalu Ringan, Pendemo Minta Pihak Kejaksaan Ajukan Banding

Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang terhadap direktur PT Stanindo Inti Perkasa (SIP), Moersyid Hingar Gunawan

Vonis Dianggap Terlalu Ringan, Pendemo Minta Pihak Kejaksaan Ajukan Banding
Bangka Pos/Ryan Agusta
Aksi demo perwakilan nelayan dan aktifis pecinta lingkungan di kantor Kejati Babel. Para pendemo mendesak pihak kejaksaan agar melakukan banding terkait putusan majelis Pengadilan Negeri Pangkalpinang terhadap direktur PT SIP yang dinilai tidak memenuhi rasa keadilan. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang terhadap direktur PT Stanindo Inti Perkasa (SIP), Moersyid Hingar Gunawan terkait perkara aktifitas kapal isap produksi (KIP) di kawasan perairan Pasir Padi, Kota Pangkalpinang saat ini menuai protes keras dari sekelompok para aktifitis pecinta lingkungan hidup, lantaran putusan majelis hakim pengadilan setempat dinilai 'ringan'.

Oleh karenanya sekelompok massa yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Sipil Nelayan & Petani Bangka Belitung dengan membawa bendera Walhi (Wahana Lingkungan Hidup), Senin (22/4/2018) pagi menggelar aksi demo di gedung Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel).

Aksi demo yang digelar di halaman depan gedung Kejati Babel saat itu sempat menyita perhatian para pegawai maupun pejabat di lingkungan Kejati Babel lantaran massa berorasi tepat di depan teras lobi utama depan gedung kantor Kejati Babel.

Pantauan bangkapos.com sejumlah pejabat institusi Kejati Babel terlihat langsung keluar dari dalam gedung kantor Kejati Babel guna menyaksikan aksi demo tersebut.

Seorang perwakilan massa pendemo dalam orasinya sempat menyinggung soal perkara kasus penambangan di laut oleh pihak PT SIP hingga majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang menjatuhkan vonis 'ringan' terhadap direktur perusahaan tersebut.

"Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang terhadap direktur PT SIP (Moersyid Hingar Gunawan--red) kami nilai ringan dan tidak memiliki rasa keadilan. Untuk itu kami mendesak pihak kejaksaan agar dapat melakukan banding terkait vonis majelis hakim itu. Jangan sampai perusak lingkungan dihukum ringan," kata seorang pendemo dalam orasinya di hadapan pejabat Kejati Babel.

Selain itu alasan pendemo mendesak pihak Kejati Babel agar segera melakukan banding terkait vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang terhadap direktur PT SIP yang dinilai ringan lantaran pihak perusahaan tersebut dianggap telah melakukan perusakan lingkungan kawasan perairan pantai Pasir Padi, Pangkalpinang.

Tak cuma itu, saat aksi berlangsung para pendemo pun dalam orasinya menolak adanya segala bentuk kegiatan atau aktifitas penambangan pasir timah di wilayah perairan atau laut Babel termasuk aktifitas KIP. Dalam aksi demo itu pun juga hadir perwakilan nelayan asal Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka.

Dalam kesempatan tersebut seorang perwakilan pihak Kejati Babel, Budi Raharjo SH didampingi Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel, Roy Arland SH MH menyambut baik aksi yang dilakukan para aktifis pecinta lingkungan dan perwakilan nelayan saat itu.

"Terima kasih atas kedatangan kalian ke sini (kantor Kejati Babel--red). Kami sangat menghargai kalian menyampaikam aspirasi di sini karena dalam hal menyampaikan aspirasi itu sudah diatur dalam undang-undang," kata Budi Raharjo di hadapan pendemo.

Ditegaskanya lagi, terkait persoalan penambangan pasir timah di wilayah perairan Babel ini sesungguhnya dinilainya cukup 'pelik', terlebih saat ini pihak pemerintah daerah pun sedang melakukan upaya membenahi persoalan pertambangan tak saja di wilayah perairan Babel.

Meski begitu Budi Raharjo berjanji di hadapan pendemo akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada atasannya.

Penulis: ryan augusta
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help