Karakteristik Orang Miskin di Pangkalpinang Berbeda dengan Jawa

Orang miskin di Kota Pangkalpinang kalau diamati masih memiliki handphone seperti android. Beberapa

Karakteristik Orang Miskin di Pangkalpinang Berbeda dengan Jawa
Bangkapos/Edwardi
Pjs Walikota Pangkalpinang Dr Asyraf Suryadin membuka Acara Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Pangkalpinang Tahun 2018 yang diselenggarakan Bappeda dan Litbang Kota Pangkalpinang di Ruang Pertemuan Bappeda dan Litbang Kota Pangkalpinang, Selasa (24/04/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Pjs Walikota Pangkalpinang Dr Asyraf Suryadin membuka Acara Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Pangkalpinang Tahun 2018 yang diselenggarakan Bappeda dan Litbang Kota Pangkalpinang di Ruang Pertemuan Bappeda dan Litbang Kota Pangkalpinang, Selasa (24/04/2018).

Asyraf Suryadin mengatakan bicara soal kemiskinan teringat ketika masih bertugas di Bappeda Provinsi Babel.

"Kita bicara soal kemiskinan namun sering dilaksanakan di hotel-hotel mewah sehingga terkesan ironis. Kita jarang melaksanakan langsung di bawah ke lingkungan akar rumputnya," katanya.

Asyraf mengungkapkan angka kemiskinan di Kota Pangkalpinang mengalami fluktuasi. Untuk mengatasi masalah ini perlu kerjasama dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk merumuskannya.

"Kita memerlukan tim untuk membantu menanggulangi dan mengatasi masalah kemiskinan ini," ujar Asyraf.

Ditambahkannya karakteristik kemiskinan di Kota Pangkalpinang ini berbeda dengan di Jawa.

"Orang miskin di Kota Pangkalpinang kalau diamati masih memiliki handphone seperti android.  Beberapa hari lalu saya melihat dan meninjau masyarakat di daerah pasar ikan, saya cek mereka punya TV, sepeda motor. Jadi karakter miskinnya itu berbeda dengan  di Jawa, kalau di Jawa itu mereka benar-benar miskin," ungkapnya.

Menurutnya kemiskinan itu sifatnya hanya sementara, karena kita hari ini  berada di ruangan ini bisa saja besok berada di jalanan karena jatuh miskin disebabkan terkena penyakit.

"Saya dan kali melihat anak-anak yang sama meminta sumbangan di perempatan lampu merah, saya tanya kamu melakukan ini untuk siapa, dijawabnya untuk kami lah. Setelah kita cek di tempat permainan anak-anak ternyata mereka ini menghabiskan uangnya di sana," tukasnya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved