Asyraf Minta Uang Zakat Tidak Dibelikan Rokok

Pjs Walikota Pangkalpinang Dr Asyraf Suryadin mengharapkan kepada para mustahiq agar santunan hasil zakat ini bisa dimanfaatkan

Asyraf Minta Uang Zakat Tidak Dibelikan Rokok
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Yeyen saat berbincang dengan Pjs Wali Kota Pangkalpinang Asyraf Suryadin seusai penyerhan zakat dari Baznas Kota Pangkalpinang di Gedung Serba Guna, Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pangkalpinang, Jalan Gabek Raya, Selasa (25/4/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pjs Walikota Pangkalpinang Dr Asyraf Suryadin mengharapkan kepada para mustahiq agar santunan hasil zakat ini bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Ibu-ibu saya minta agar uang ini jangan diberikan kepada bapaknya apalagi bapak-bapak yang merokok, muda-mudahan yang hadir disini para suaminya tidak merokok," kata Asyraf saat memberikan sambutan di acara pemberian santunan untuk mustahiq oleh Baznas Kota Pangkalpinang di gedung pertemuan Dinas Pertanian dan Pangan, Rabu (25/04/2018).

Asyraf mengungkapkan pengumpulan zakat di Pemkot Pangkalpinang saat ini belum maksimal. Karena itu saya berdiskusi dengan Baznas Kota dan melihat ternyata zakat dari ASN di OPD-OPD Pemkot Pangkalpinang itu ternyata masih minim.

"Padahal setiap satu juta rupiah pendapatan itu dikenakan zakat 2,5 persen atau sebesar Rp 25 ribu. Rata-rata gaji ASN saat ini di atas Rp 3 jutaan. Bila sudah di atas 3 jutaan maka diwajibkan membayar zakatnya tapi bila masih rendah tidak diwajibkan," ujar Asyraf.

Diungkapkannya, pemkot akan mengecek apa penyebab para ASN ini tidak mau membayarkan zakatnya.

"Apabila ternyata para ASN yang penghasilannya di atas 3 jutaan tetapi tidak mau membayarkan zakatnya maka yang bersangkutan akan diberikan zakat, kira-kira malu nggak dia menerima zakat itu," ujar Asyraf.

Dicontohkannya, misalnya nanti di setiap Kecamatan kita minta pak camatnya mendata siapa saja pegawainya yang diwajibkan bayar zakat tapi ternyata setelah didata tidak ada yang mau membayar zakat, maka nanti kita yang memberikan zakat ke kantor camat itu termasuk pak camatnya, malu nggak," tukasnya.

Ditambahkannya mungkin hari ini bapak dan ibu yang menerima zakat, insyaallah nanti ke depan bapak dan ibu juga bisa mengeluarkan zakatnya.

"Kemiskinan itu sifatnya sementara dan merupakan cobaan dalam kehidupan. Warga yang memiliki harta berlebih mengeluarkan zakatnya dan yang kekurangan menerima zakatnya namun harus digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," imbuhnya.

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved