Calon Pengantin Dapat Bimbingan dan Konseling Pranikah dari Penyuluh Agama

Seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang rutin mengadakan

Calon Pengantin Dapat Bimbingan dan Konseling Pranikah dari Penyuluh Agama
Bangka Pos/Edwardi
Kegiatan bimbingan dan konseling pranikah untuk delapan pasang calon pengantin di KUA Kecamatan Bukit Intan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang rutin mengadakan kegiatan bimbingan dan konseling pranikah kepada calon mempelai yang melibatkan para penyuluh agama Islam.

Yuliandi, Penyuluh Agama Islam mengatakan tujuan diadakan kegiatan untuk memantapkan komitmen para calon pengantin sebelum menjalani bahtera rumah tangga, menjelaskan tentang tujuan pernikahan, hak dan kewajiban suami-isteri.

"Hak isteri adalah kewajiban suami dan hak suami adalah kewajiban isteri," kata Yuliandi dalam kegiatan bimbingan dan konseling pranikah untuk delapan pasang calon pengantin di KUA Kecamatan Bukit Intan, Selasa (24/04/2018).

Dijelaskannya tujuan umum dilangsungkannya pernikahan untuk beribadah atau menyempurnakan ajaran agama, untuk meraih ketenangan hidup, untuk menjaga kehormatan diri dari perbuatan zina dan untuk melestarikan keturunan.

“Upaya membangun keluarga sakinah pertama-tama bermula dari niat ketika melakukan pernikahan sebagai ibadah. Motivasi ibadah merupakan pedoman yang pasti dalam setiap langkah kehidupan suami-isteri, dan itulah tempat kembali atau solusi terbaik apabila sewaktu-waktu pernikahan dan rumah tangga menghadapi kemelut dan masalah," ujarnya.

Yuliandi menjelaskan ada beberapa hal yang harus dihindari yang dapat mengganggu kebahagiaan pasangan suami-isteri, yakni cemburu yang berlebihan, mengulang cerita lama/nostalgia, mengungkit-ungkit kekurangan keluarga, suka mencela kekurangan suami/isteri, memuji pria/wanita lain, kurang peka terhadap hal-hal yang tidak disenangi.

"Suami-isteri adalah amanah Allah, dalam arti tanggung jawab yang diberikan Allah kepada masing-masing pihak. Kedua belah pihak harus memiliki komitmen yang kuat atas hak dan kewajiban masing-masing sesuai ketentuan Allah serta menyadari implikasi dan konsekuensi dari apa yang mereka lakukan," jelasnya.

Dilanjutkannya, pernikahan pada hakekatnya adalah menggabungkan dua pribadi yang memiliki sifat, kebiasaan, karakter, kemauan dan keinginan yang berlainan dalam satu irama kehidupan. Maka disinilah pentingnya pemahaman diri setelah menikah sebagai salah satu kunci suksesnya sebuah pernikahan.

"Untuk itu pasangan suami-isteri harus menerima dan memahami pasangan hidupnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia biasa," tukasnya.

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved