Harga Ayam Potong Tembus Rp 45 Ribu per Kg

Hampir sepekan terakhir harga daging ayam di kota Pangkalpinang mengalami kenaikan signifikan

Harga Ayam Potong Tembus Rp 45 Ribu per Kg
Bangka Pos / Krisyanidayati
Pedagang ayam di Pasar Pembangunan kota Pangkalpinang, Rabu (25/4/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hampir sepekan terakhir harga daging ayam di kota Pangkalpinang mengalami kenaikan signifikan.

Pantauan Bangka Pos di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Rabu (25/4/2018) sore harga ayam potong bersih mencapai 40-45 ribu/kg, sedangkan untuk ayam potong bulat Rp 39-40 ribu/kg.

Ganda, salah satu pedagang yang ditemui Bangka Pos mengatakan akhir pekan lalu bahkan harga ayam tembus Rp 50 ribu/kg. Ia menyebutkan tingginya harga ayam lantaran harga dari pengumpulnya tinggi.

"Macem mane pacak untung banyak, kami ngambil ayam lah Rp 33-35 ribu/kg itu kotornya, belum susutnya. Ni mendingan sabtu kemarin Rp 50 ribu," katanya ditemui Bangka Pos, Rabu (25/4/2018) sore.

Menurutnya, beberapa waktu lalu ayam sempat kosong, lalu setelah ada harganya langsung melambung Rp 35-39 ribu/kg yang kemudian terus naik.

"Dua hari ayam dak de Minggu tadi, pas ade tu lah mulai naik sampai sekarang naik terus, karena ngambilnya mahal. Kalau normal ayam bersih itu Rp 27-32 ribu/kg," sebutnya.

Menurutnya, saat ini pembeli ayam cukup sedikit dibandingkan hari-hari biasanya. Kendati demikian harga ayam tidak turun jutsru makin melambung.

"Dak banyak pembelinya, karena harganya mahal. Orang yang biasanya beli 1 kg jadi setengah kilo. Entah apa yang bikin naik, kalau ruahan juga dak terlalu banyak orang pakai ayam kayak pelanggan ku tadi biasanya beli 40 kg sekarang hanya beli 20 kg karena mahal," katanya.

Menurutnya, para pengecer tidak dapat berbuat banyak untuk menurunkan harga, pasalnya harga beli mereka sudah tinggi.

"Rugi malah kami kalau ayam mahal begini, karena ngambilnya lah mahal. Kalau pengecer ini jual mahal karena ngambilnya mahal," sebutnya.

Ganda menceritakan dirinya mengambil ayam dari broker, dan setiap harinya ia hanya dijatah 20-30 ekor. Dirinya tak bisa mengambil langsung ke distributor lantaran tak memiliki modal.

"Ambil di broker ibaratnya lah tangan kedua, kalau ke PT langsung dak sanggup karena harus nyetor duit dulu Rp 100 juta, jadi kami ngambil di broker tu lah," kata Ganda.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help