Terbukti Perkaya Diri Rp 71 M dari Proyek e-KTP, Hak Politik Setya Novanto Dicabut Selama 5 Tahun

Hak politik Setya Novanto dicabut selama lima tahun setelah selesai menjalani masa pidana.

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mencabut hak politik mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Hak politiknya dicabut selama lima tahun setelah selesai menjalani masa pidana.

Hal itu disampaikan majelis hakim saat membacakan vonia kepada mantan Ketua Umum Golkar itu.

"Menjatuhkan pidana tambahan mencabut hak terdakwa menduduki jabatan publik lima tahun setelah menjalani masa pidana," ujar hakim saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Baca: Tidur hingga Menangis, Inilah 5 Momen Menarik dari Sidang Setya Novanto

Diketahui, Setay Novanto divonis 15 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP.

Dia dianggap terbukti memperkaya diri sendiri sebesar 7,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 71 miliar (kurs tahun 2010) dari proyek pengadaan e-KTP.

Oleh karena itu, dia diwajibkan membayar uang pengganti 7,3 juta dollar AS dikurangi Rp 5 miliar yang telah dia titipkan kepada penyidik. (Fransiskus Adhiyuda Prasetia)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Majelis Hakim Cabut Hak Politik Setya Novanto Selama 5 Tahun, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/04/25/majelis-hakim-cabut-hak-politik-setya-novanto-selama-5-tahun.

Baca: Bupati Cantik di Bali Ini Ceraikan Suami, Terkuak Harta dan Pengakuan Sang Suami

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved