Jelang Puasa Warga Kenanga Minta Limbah Busuk PT BAA Dibuang

Ini sudah menjelang puasa, kami minta ketegasan PT BAA untuk membuang limbahnya dari lingkungan kami. Yang jelas kami tidak mau ada

Jelang Puasa Warga Kenanga Minta Limbah Busuk PT BAA Dibuang
Bangka Pos/Hendra
Suasana pertemuan warga kelurahan Kenanga, dengan PT BAA, DPRD Babel dan instansi terkait di ruang banmus DPRD Bangka Belitung, Kamis ((26/4/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga Kelurahan Kenanga, Kabupaten Bangka minta pencemaran udara yang menebar bau busuk dari PT BAA agar segera dihilangkan.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Babel, Dedy Yulianto dan anggota dewan lainnya Tony Purnama, Dollar, Mansah, Mardan, Adet Mastur dan Tanwin, Kamis (26/4/2018).

Permintaan ini mereka sampaikan di pertemuan dengan DPRD Bangka Belitung, bersama instansi terkait dan pihak manajemen PT BAA.

“Ini sudah menjelang puasa, kami minta ketegasan PT BAA untuk membuang limbahnya dari lingkungan kami. Yang jelas kami tidak mau ada bau busuk di daerah kami,” ujar Jerry dari LSM Lira.

Dedy Yulianto mengatakan terkait limbah udara bau busuk dia menyarankan agar pihak PT BAA meminimalisirnya. Bisa saja menggunakan teknologi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Sesuai dengan keinginan warga kami juga minta agar PT BAA meminimalisir limbah ini. Bagaimana caranya silakan PT BAA melakukannya, atau bisa menggunakan teknologi, bekerjasama dengan IPB dan juga lingkungan hidup,” ujar Dedy Yulianto.

Sementara Tanwin meminta agar PT BAA menyedot limbah tersebut agar tak menimbulkan bau. Apalagi sudah mendekat puasa dan bisa mengganggu ibadah warga disana.

“Untuk solusi jangka pendeknya, kami juga menyarankan agar limbah itu disedot dan dibuang. Jangan sampai menimbulkan bau dilingkungan warga. Kalau untuk solusi jangka panjang bisa saja menggunakan teknologi pengolahan limbah,” ujar Tanwin.

Senada diminta oleh Yuniotman warga Kelurahan Kenanga. Dia pun meminta bagaimanapun caranya PT BAA harus membuang limbah tersebut dan menghilangkan bau busuk.

Sementara Fidrianto dari PT BAA menyampaikan bahwa saat ini pabriknya sudah berhenti beroperasi. Akan tetapi, soal bau busuk yang berasal dari perusahaannya sulit diatas.

“Jumlahnya banyak. Total ada 7 bak penampungannya. Kalaupun kami buang nanti akan timbul masalah baru lagi,” kata Fidrianto.(*)

Penulis: Hendra
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved