Mengenal Cupeng dan Badong Benda Penangkal Perselingkuhan

Pada zaman Majapahit diperintah oleh Raja Hayam Wuruk, para wanita yang berprofesi sebagai pemijat pernah diwajibkan mengenakan celana bergembok

Mengenal Cupeng dan Badong Benda Penangkal Perselingkuhan
Yoyok Prima Maulana
Cupeng 

BANGKAPOS.COM – Pada zaman Majapahit diperintah oleh Raja Hayam Wuruk, para wanita yang berprofesi sebagai pemijat pernah diwajibkan mengenakan celana bergembok.

Salah satu bentuknya adalah celana berbahan logam yang dilengkapi semacam kunci. Kunci tersebut kemudian dipegang oleh suami atau kerabat si suami. 

Kurang begitu jelas apa maksud penggembokan tersebut, namun diduga lantaran suami takut istrinya berbuat serong atau berselingkuh.

Di Eropa pun, penggembokan celana konon sudah dikenal pada awal abad Masehi. 

Buktinya ditemukan sejumlah peninggalan bangsa Romawi yang memperlihatkan gambar wanita sedang mengenakan celana pendek unik. 

Kemungkinan celana itu merupakan pelindung dari upaya-upaya jahil kaum pria.

Bukti arkeologi dan tenografi menunjukkan, celana bergembok atau berkunci pada awalnya merupakan benda upacara yang dipakai oleh anak wanita kecil. 

Di Aceh, benda semacam itu dinamakan cupeng. Fungsinya sebagai penutup kelamin anak wanita. 

Bentuknya seperti hati dan pemasangannya diikat dengan benang pada perut si anak. 

Pernah ditemukan artefak cupeng berbahan emas 22 karat, berukuran tinggi 6,5 cm, dan lebar 5,8 cm.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved