Tiga Desa di Belitung Ini Termasuk Desa Pangan Aman

"Dengan memilih tiga desa harapannya pemerintah daerah bisa mengembangkan dan mengaplikasikan ke desa-desa yang lainnya

Tiga Desa di Belitung Ini Termasuk Desa Pangan Aman
Bangkapos/irakurniati
Kasubdit pemberdayaan dan pelaku usaha BPOM RI, Dyah Sulistyorini pada acara forum advokasi terkait implementasi pasar aman dari bahan berbahaya 

Laporan wartawan Bangkapos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Tahun ini untuk wilayah Bangka Belitung terpilih tiga desa pangan aman.

Yakni di Kabupaten Belitung, meliputi kelurahan Tanjungpendam, desa terong dan desa keciput yang menjadi desa pilihan pada program desa pangan aman diselenggarakan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Kegiatan gerakan keamanan pangan desa ini dilakukan sepanjang tahun untuk mensosialisaikan maupun mengembangkan daerah tersebut, agar terciptanya sumber daya manusia yang aktif dalam pencapaian kebersihan dan keamanan pangan.

Plh Kepala Balai POM Bangka Belitung, Iswadi mengatakan program desa pangan merupakan program nasional yang dilakukan setiap tahun di Kabupaten/Kota yang berbeda. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2013 lalu.

"Dengan memilih tiga desa harapannya pemerintah daerah bisa mengembangkan dan mengaplikasikan ke desa-desa yang lainnya." jelas Iswadi, Kamis (26/4/2018).

Kegiatan desa pangan ini meliputi pemilihan desa, rapat komitmen pemerintah daerah dan lintas sektor, kemudian penilaian intervensi yang cocok untuk wilayah tersebut.

Selain itu pelatihan kader keamanan pangan desa, meninjau pelaku usaha dan memberikan pembinaan.

Selanjutnya, Kasubdit pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha Balai POM Republik Indonesia, Dyah Sulistyorini mengatakan kriteria desa pangan yakni terbentuknya kader yang produktif dan potensial untuk pemberdayaan desa.

Dipilihlah dari berbagai unsur seperti PKK, Pramuka maupun karang taruna. Kemudian banyak tercipta komunitas melalui kader-kader tersebut yang paham keamanan pangan.

"Sebab kebanyakan masalah keracunan ditengarai berasal dari rumah tangga, sehingga kita butuh kader yang bisa memapar keamanan pangan. Semakin banyak kader-kadernya, maka semakin berkembang pemberdayaan didesa tersebut." tambah Dyah.

Desa pangan aman dilakukan di 100 desa di Indonesia tiap tahunnya. Dyah menambahkan program ini secara nasional diperlombakan.

Adapun desa percontohan di Indonesia antara lain di daerah Solok Kabupaten Sumatera barat, Lampung dan Yogyakarta. (*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved