Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin Minta Pengajian Jangan Dijadikan Ajang Kampanye

KH Ma'ruf Amin meminta agar pengajian, tempat ibadah, dan kantor pemerintah tidak dijadikan sebagai tempat ajang kampanye.

Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin Minta Pengajian Jangan Dijadikan Ajang Kampanye
KOMPAS.com / DANI PRABOWO
Ketua MUI Maruf Amin 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sempat memberi pernyataan terkait acara-acara pengajian memang harus disisipi dengan unsur politik, Selasa (24/4).

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin justru memiliki pendapat berbeda.

Ma'ruf meminta agar pengajian, tempat ibadah, dan kantor pemerintah tidak dijadikan sebagai tempat ajang kampanye. Bahkan disusupi hal berbau politik.

"Itu yang kita harapkan, jangan ada menggunakan tempat ibadah, kantor pemerintahan, pengajian-pengajian dijadikan sebagai forum untuk kampanyelah, kasarnya (begitu)," ujar Ma'ruf di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018).

Baca: Jokowi Tolak Permintaan Alumni 212 untuk Hentikan Kasus Rizieq

Ia menilai komentar Amien Rais kurang tepat. Menurutnya, politik yang tidak dijiwai rasa keagamaan dapat berubah menjadi politik yang tidak santun.

Sehingga, kata dia, jangan sampai pengajian dipolitisasi. Namun, Ma'ruf berpendapat justru pengajian perlu diisi oleh politik keagamaan, kebangsaan, dan kenegaraan.

"(Jangan) dipolitisasi, digunakan untuk kepentingan politik jangka pendek. Kalau politik keagamaan, politik kebangsaan dan kenegaraan, harus," pungkasnya.

Baca: Jabat Dirut Bulog, Budi Waseso Jadi Angin Segar untuk Berantas Mafia Beras

Sebelumnya Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais hadir dan memberi ceramah di acara Tasyakuran Satu Tahun Ustazah Peduli Negeri di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (24/4). Dalam ceramahnya Amien menyatakan acara-acara pengajian memang harus disisipi dengan unsur politik.

"Pengajian-pengajian disisipkan politik itu harus, kalau enggak, lucu," kata Amien.

(Tribunnews/Vincentius Jyestha Candraditya)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved